Kronologis Pembunuhan Guru Honorer di Banda Aceh

Saat berangkat ke Banda Aceh dari Galus untuk tujuan menemui Danil, RK ikut membawa sebilah pisau sepanjang 25 cm.

Kronologis Pembunuhan Guru Honorer di Banda Aceh
instagram@almeerjuliansyah
Danil Juliansyah (23) guru honorer di Banda Aceh yang tewas dibunuh 

Untuk motif pembunuhan tersebut, lanjut mantan Kabag Bingkar Polda Aceh ini, diduga terkait utang-piutang, antara korban dengan tersangka.

“Pengakuan tersangka kepada petugas, pembunuhan itu karena korban memiliki utang kepada pelaku RK. Itu baru pengakuan tersangka dan kita tidak pernah tahu kebenarannya. Tapi, intinya, tindakan yang dilakukan tersangka RK dengan menghilangkan nyawa korban,merupakan tindakan pidana, tindakan melanggar hukum dan tidak dapat ditolerir, sehingga tersangka pantas dijatuhi hukuman berat,” ujar mantan kapolres Aceh Tenggara ini.

Kenapa akhirnya terjadi pembunuhan sadis itu?

Menurut Kombes Trisno mengutip pengakuan tersangka RK, karena korban belum dapat membayar utang yang telah dijanjikan kepada tersangka RK yang datang dari Gayo Lues ke Banda Aceh untuk menagih utang tersebut kepada korban.

“Menurut tersangka, saat di Gayo Lues dia menelepon korban untuk menagih utang. Lalu menurut tersangka, korban berjanji akan melunasinya dan meminta RK ke Banda Aceh untuk menemuinya. Lalu keduanya berjanji bertemu di Alimun Kos Kuta Alam. Pembunuhan itu terjadi, karena keduanya sempat cekcok mulut sehingga pelaku langsung menggorok leher korban dengan pisau yang dia bawa. Korban meninggal di kamar kos itu,” ujar Trisno.

RK langsung meninggalkan jasad korban yang bersimbah darah di kos itu dan melarikan diri dengan membawa serta seluruh barang milik korban, mulai sepeda motor, hp hingga laptop.

Lalu, dari pengakuan keluarga korban, saat Danil pamitan ke luar dari rumahnya di Ateuk Jawo, Banda Aceh, Minggu (7/10) siang ikut membawa uang Rp 2,5 juta.

“Alhamdulillah untuk kasus ini sudah terungkap dan para pelakunya telah tertangkap, baik pelaku utama maupun para penampung barang milik korban. Lalu, petugas masih akan melakukan pendalaman serta memintai keterangan dari tersangka utama dan penadah barang milik korban,” papar Kapolresta Banda Aceh.

Menurutnya, genap satu bulan kasus itu berhasil diungkap oleh personel Satreskrim Polresta dibantu penyelidikannya dari tim Intelkam Polresta, Dit Reskrimum serta Dit Intelkam Polda Aceh.

“Pembunuhan itu terjadi 7 Oktober 2018, lalu tersangka berhasil ditangkap 7 November 2018 di Desa Blang Nangka, Gayo Lues, saat tersangka menebang pohon pinus di kawasan itu,” pungkas Kombes Trisno.

Halaman
123
Editor: Ardhi Sanjaya
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved