Pemohon SIM di Jakarta Masih Belum Wajib Ikuti Tes Psikologi

Kebijakan tersebut sifatnya otonomi sehingga baru diterapkan di Polda Banten.

Pemohon SIM di Jakarta Masih Belum Wajib Ikuti Tes Psikologi
TribunnewsBogor.com/Damanhuri
Polres Bogor melakukan tes pembuatan Surat Izin Mengemudi (SIM) untuk para penyandang cacat, Jumat (5/2/2016). 

TRIBUNNEWSBOGOR.COM - Kasubdit Regident Polda Metro Jaya AKBP Sumardji, menegaskan, ujian psikologi bagi pemohon surat izin mengemudi ( SIM) belum berlaku di DKI Jakarta.

Kebijakan tersebut sifatnya otonomi sehingga baru diterapkan di Polda Banten.

Sumardji menjelaskan, ujian psikotes masih dianggap belum penting untuk diterapkan kepada pemohon SIM.

Sejauh ini, masih sama seprti sebelumnya, hanya tes kesehatan dan ujian teori hingga praktik.

"Jadi kami mengikuti aturan yang ada dulu saja. Wacana ini sempat ramai dibicarakan masyarakat beberapa bulan lalu, dan sekarang kami tegaskan untuk wilayah hukum Polda Metro Jaya tidak ada," ujar Sumardji ketika dihubungi, Kamis (15/11/2018) malam.

 Lantas, apakah nanti akan ikut menerapkan seperti Polda Banten? Sejauh ini lanjut Sumardji belum ada arahan atau perbincangan sampai ke arah itu.

"Jadi kami masih sama seperti biasanya, kalau Polda Banten mungkin merasa perlu menerapkan itu. Kalau di kami belum," kata Sumardji lagi.

Sebelumnya, Polda Metro Jaya pernah membuat simulasi uji psikologi pada 31-23 Juni 2018.

Namun, berdasarkan kesepakatan bersama, maka rencana tersebut ditunda sampai batas waktu yang tidak ditentukan.

(Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Wajib Tes Psikologi SIM Belum Berlaku di Jakarta"

Editor: Yudhi Maulana Aditama
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved