Satnarkoba Polres Bogor Temukan Bibit Tanaman Ganja di Lahan Milik Perhutani di Kawasan Puncak

Polres Bogor berhasil menemukan tempat pembibitan dan penanaman narkotika golongan 1 ganja di kawasan Puncak Bogor.

Satnarkoba Polres Bogor Temukan Bibit Tanaman Ganja di Lahan Milik Perhutani di Kawasan Puncak
Dokumentasi Humas Polres Bogor
Kasat Narkoba Polres Bogor, AKP Andri Alam Wijaya (kiri), Kapolres Bogor, AKBP Andi M Dicky (tengah) saat menujukan barang bukti bibit tanaman Ganja di Mapolres Bogor, Jumat (30/11/2018) 

Laporan Wartawan TribunnewsBogor.com, Naufal Fauzy

TRIBUNNEWSBOGOR.COM, CIBINONG - Satnarkoba Polres Bogor berhasil menemukan tempat pembibitan dan penanaman narkotika golongan 1 ganja di kawasan Puncak Bogor.

Temuan ini adalah hasil dari Operasi Antik Lodaya 2018 terkait penyalahgunaan narkotika serta obat-obatan terlarang.

Lahan tempat pembibitan ganja ini sendiri ditemukan di rumah salah satu tersangka di Desa Tugu Selatan, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bogor.

Sementara tempat penanaman sendiri ditemukan di lahan seluas 300 meter persegi milik Perhutani di kaki Gunung Mas di desa yang digunakan secara ilegal.

"Untuk ganja ini kita temukan di daerah Tugu Selatan, pada proses pembibitan dan penanaman di lahan Perhutani. Tidak terlalu besar tapi tersembunyi," kata Kapolres Bogor AKBP Andi M Dicky saat jump pers di Mapolres Bogor, Jumat (30/11/2018).

Dalam kasus ini, Dicky menuturkan bahwa pihaknya berhasil mengamankan dua orang tersangka yakni HAR (47) yang berperan melakukan pembibitan, dan A (29) yang berperan menanam bibit ganja tersebut.

Selain itu, diamankan pula barang bukti 112 bungkus polibek bibit ganja, 3 batang pohon ganja sedang, 7 kecambah ganja, 11 tanaman ganja kecil, 5 roll plastik polibek, pupuk urea dan peralatan pertanian.

Dicky menuturkan bahwa pengetahuan para tersangka ini dalam membudidayakan ganja berasal dari otodidak.

"Untuk sementara ini sudah termasuk yang hulunya. Kalau diurut rantainya hulunya itu penanaman itu kan, produksi. Pelaku dijerat UU narkotika pasal 114 ancaman bisa diatas 15 tahun maksimal," kata Dicky.

Penulis: Naufal Fauzy
Editor: Damanhuri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved