Tinjau Lokasi Pergeseran Tanah di Jalan Raya Puncak, PVMBG: Terjadi Pelapukan

Pergeseran tanah yang terjadi di proyek pembangunan Jalan dikawasan puncak tepatnya kawasan Riung Gunung, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bogor.

Tinjau Lokasi Pergeseran Tanah di Jalan Raya Puncak, PVMBG: Terjadi Pelapukan
TribunnewsBogor.com/Sachril Agustin Berutu
Kepala Bidang (Kabid) Mitigasi Gerakan Tanah Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) Badan Geologi Kementerian ESDM, Agus Budianto 

Laporan Wartawan TribunnewsBogor.com, Sachril Agustin Berutu

TRIBUNNEWSBOGOR.COM, CISARUA - Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) Badan Geologi Kementerian ESDM meninjau pergeseran tanah yang terjadi di proyek pembangunan Jalan dikawasan puncak tepatnya kawasan Riung Gunung, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bogor.

Kepala Bidang (Kabid) Mitigasi Gerakan Tanah pada PVMBG,  Agus Budianto menjelaskan, pergeseran tanah yang terjadi di kawasan Riung Gunung puncak lantaran tanah pelapukan atau tanah yang lunak.

Menurut Agus, air masuk ke tanah membuat beban tanah dikawasan tebingan itu semakin tinggi dan berat.

"Meski begitu, kawasan ini masih aman dilintasi. Hanya saja, kendaraan besar jangan dulu melintas," katanya, usai meninjau proyek pembangunan di Jalan Raya Puncak, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bogor, tepatnya di kawasan Riung Gunung, Jumat (30/11/2018).

Ia menambahkan, beban dari kendaraan besar, yakni bus dan truk, akan menimbulkan getaran.

Getaran ini, lama kelamaan akan membuat tanah yang berada di pinggir lereng tergeser.

Dengan adanya air yang masuk ke tanah dan ditambah getaran dari kendaraan besar, kata Agus, tanah akan semakin cepat digeser.

Untuk itu, Agus menjelaskan, tanah-tanah yang terbuka di sekitaran proyek pembangunan harus ditutupi agar tidak ada air yang masuk.

"Rekomendasi dari saya, agar tidak membiarkan air masuk ke lereng tanah yang terbuka. Dikhawatirkan, akan menambah beban air dan mengakibatkan pergeseran susulan. Namun, langkah yang dilakukan untuk menutup tanah dengan terpal sudah tepat. Hanya saja, mungkin karena ada air masuk dari sela-sela terpal, menyebabkan terjadinya pergeseran seperti pada Rabu (27/11/2018) kemarin," turunya

Penulis: Sachril Agustin Berutu
Editor: Damanhuri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved