Tolak Pasien BPJS Meski Kamar Kosong, RS Islam Kota Bogor Kena Semprot Politisi PDI-P

Politisi PDI-P ini rupanya tak percaya begitu saja, Atty dan keluarga pasien mendatangi langsung ke kamar di RS Islam Bogor.

Tolak Pasien BPJS Meski Kamar Kosong, RS Islam Kota Bogor Kena Semprot Politisi PDI-P
TribunnewsBogor.com/Lingga Arvian Nugroho
Sekretatis Komisi IV DPRD Kota Bogor, Atty Somaddikarya di rumah sakit Islam, Tanahsareal, Kota Bogor 

Laporan Wartawan TribunnewsBogor.com, Lingga Arvian Nugroho

TRIBUNNEWSBOGOR.COM, TANAHSAREAL - Sekretatis Komisi IV DPRD Kota Bogor, Atty Somadikarya merespon cepat keluhan pasien BPJS di rumah sakit Islam, Tanahsareal, Kota Bogor.

Pasien BPJS tersebut mengeluhkan tak dapat kamar di RS Islam karena penuh.

Namun alasan ini dipatahkan pihak keluarga setelah mendapati banyak kamar yang tak ditempati pasien alias kosong.

"Itu sudah ada yang booking bu, kalau yang itu bocor," kata seorang perawat ke Atty Somadirkarya.

Politisi PDI-P ini rupanya tak percaya begitu saja, Atty dan keluarga pasien mendatangi langsung ke kamar di RS Islam Bogor.

"Harusnya masyarakat bisa dilayani secara maksimal. Mestinya ketika kelas 3 penuh, kelas 2 kosong sang pasien bisa dititipkan terlebih dahulu. Baru nanti dpindahkan lagi," jelasnya.

Terkait adanya kasur yang bisa dibooking Atty pun menyesalkan adanya booking membooking kasur di rumah sakit

"Yang namanya rumah sakit harus mengedepankan sisi kemanusiaan. Apalagi ada bahasa tempat tidur sudah dibooking, sudah kaya hotel saja, seharusnya, sambung dia, ketika tempat tidur pasien kelas III kosong, bisa ditempatkan  sementara di kelas 2, nah ini saat di cek ruang untuk kelas II ada empat tempat tidur yang kosong, tetapi dari pihak perawat beralasan bahwa satu tempat tidur laki- laki kosong, dua tempat tidur perempuan dengan alas sedang di perbaiki dan satu sudah dibooking pasien lain, ini kan aneh," katanya.

Sementara itu, Wakil Direktur RS Islam Dewi Wiyana membantah bahwa pihaknya menahan pasien untuk tidak masuk ke dalam kelas 2. 

"Ruangan itu sedang dicat ulang dan diperbaiki yang bocor, jadi saat ada yang kosong langsung direnovasi, sebab, yang namanya rumah sakit 7 hari 24 jam selalu penuh," jelasnya saat ditemui di rumah sakit.

Namun mengenai ucapan perawat yang mengatakan bahwa kamar sudah di booking Dewi pun menjelaskan bahwa itu ada pesanan jadwal operasi.

"Jadi itu ada jadwal operasi atau tindakan hemodialisa, jadi sudah dijadwalkan sebelumnya, kalau terkait kapan pasien masuk, itu tergantung dari pasiennya," katanya.

Penulis: Lingga Arvian Nugroho
Editor: Ardhi Sanjaya
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved