Pembunuhan di Papua

Pembantaian di Papua, Mantan Komnas HAM Sebut Eskalasi Konflik di Papua Terjadi 4 Tahun terakhir

Pembunuhan 19 pekerja PT Istaka Karya yang terjadi di Nduga, Papua membuat banyak pihak bereaksi.

Pembantaian di Papua, Mantan Komnas HAM Sebut Eskalasi Konflik di Papua Terjadi 4 Tahun terakhir
Tribunnews.com/ Vincentius Jyestha
Natalius Pigai (kiri) bersama Fadli Zon 

TRIBUNNEWSBOGOR.COM - Pembunuhan 19 pekerja PT Istaka Karya yang terjadi di Nduga, Papua membuat banyak pihak bereaksi.

Berbagai pihak pun mengecam kasus pembantaian 19 pekerja PT Istaka Karya tersebut.

Termasuk aktivis HAM asal Papua, Natalius Pigai yang meminta pemerintah untuk serius menangani kasus ini.

Dalam tayangan Apa Kabar Indonesia Malam di TV One pada Selasa (4/12/2018), ia mengatakan secara kuantitas eksalasi konflik dan kematian yang terjadi di Papua terjadi hampir 4 tahun terakhir ini.

"Sejak tanggal 8 desember 2014 Peristiwa Paniai, itu terjadi peristiwa Paniai yang menyita internasional dan menjadi memori sendiri dalam cacatan human right report. Menyebabkan 4 orang meninggal dan 19 orang luka-luka," ucapnya.

Setelah itu kembali terjadi rentetan peristiwa hingga yang paling parah adalah peristitwa 1 Desember di Nduga kemarin.

Ia menyebut, paling tidak ada ratusan orang Papua yang mengalami penderitaan, pembunuhan, penangkapan dan itu semua dilakukan oleh pemerintah.

Natalius Pigai mengatakan kalau adanya Papuafobia terjadi secara signifikan selama t tahun terakhir.

Ia juga menyebut kalau ekslasai konflik yang menyebabkan kematian di Papua terjadi cukup tinggi.

Selain itu, death by omission atau kematian karena pembiaran juga terjadi secara terus-menerus di Papua.

Halaman
1234
Penulis: yudhi Maulana
Editor: Damanhuri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved