Puting Beliung Bogor

Mengapa Bisa Terjadi Angin Puting Beliung, Ini Penjelasan BMKG Mulai Dari Sifat Serta Indikasinya

Hary Tirto Djatmiko mengatakan bahwa putting beliung merupakan fenomena cuaca alamiah yang biasa terjadi.

Mengapa Bisa Terjadi Angin Puting Beliung, Ini Penjelasan BMKG Mulai Dari Sifat Serta Indikasinya
net
Angin puting beliung 

Laporan Wartawan TribunnewsBogor.com, Naufal Fauzy

TRIBUNNEWSBOGOR.COM - Kabag Humas Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG), Hary Tirto Djatmiko mengatakan bahwa puting beliung merupakan fenomena cuaca alamiah yang biasa terjadi.

Kondisi cuaca hujan lebat disertai petir, dan angin kencang berdurasi singkat kata dia, kerap terjadi di masa pancaroba atau pergantian musim.

"Baik dari musim kemarau ke musim hujan atau sebaliknya dan musim hujan saat kondisi cuaca pagi cerah dan terik," kata Hary dalam keterangannya kepada TribunnewsBogor.com, Jumat (7/12/2018).

Hary menjelaskan bahwa puting beliung atau angin kencang memiliki sifat singkat sekitar kurang dari 10 menit dan luasnya sekitar 5 - 10 km.

Selain itu, lanjut dia, putting beliung juga memiliki sifat sangat lokal, sering terjadi pada siang atau sore dan terkadang jelang malam hari, berasal dari awan Cumulonimbus, bergerak secara garis lurus dan kemungkinannya kecil untuk terjadi kembali di tempat yang sama.

"Tidak bisa diprediksi secara spesifik, hanya bisa diprediksi 0.5 – 1 jam sebelum kejadian jika melihat atau merasakan tanda - tandanya dengan tingkat keakuratan kurang dari 50 persen," kata Hary.

Selain itu, Hary menjelaskan bahwa hujan lebat disertai petir dan angin kencang berdurasi singkat ini memiliki beberapa indikasi.

Yakni, satu hari sebelumnya udara pada malam hari hingga pagi hari terasa panas dan gerah.

Kemudian lanjut dia, mulai pukul 10.00 pagi terlihat tumbuh awan Cumulus atau awan putih berlapis – lapis dan diantara awan tersebut ada satu jenis awan yang mempunyai batas tepinya sangat jelas berwarna abu - abu menjulang tinggi seperti bunga kol.

"Tahap berikutnya awan tersebut akan cepat berubah warna menjadi abu – abu atau hitam yang dikenal dengan awan Cumulonimbus. Pepohonan disekitar tempat kita berdiri ada dahan atau ranting yang mulai bergoyang cepat. Terasa ada sentuhan udara dingin disekitar tempat kita berdiri," jelas Hary.

Ia menuturkan bahwa biasanya hujan yang pertama kali turun adalah hujan deras secara tiba - tiba.

Apabila yang terjadi adalah hujan gerimis, kata Hary, maka kejadian angin kencang jauh dari tempat kita berada.

"Jika 1 - 3 hari berturut - turut tidak ada hujan pada musim transisi atau pancaroba atau penghujan, maka ada indikasi potensi hujan lebat yang pertama kali turun diikuti angin kencang baik yang masuk dalam kategori puting beliung maupun yang tidak," ungkapnya.

Penulis: Naufal Fauzy
Editor: Damanhuri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved