Puting Beliung di Bogor

Kesaksian Warga Lihat Angin Puting Beliung Porak-porandakan Rumah di Cipaku Bogor

Ketika di luar, dari kejauhan Yusuf melihat rumah di seberang Sungai Cisadane terangkat dan hancur.

Kesaksian Warga Lihat Angin Puting Beliung Porak-porandakan Rumah di Cipaku Bogor
TribunnewsBogor.com/Sachril Agustin Berutu
RT 1/1 Kelurahan Cipaku, Kecamatan Bogor Selatan, Kota Bogor, 

Laporan Wartawan TribunnewsBogor.com, Sachril Agustin Berutu

TRIBUNNEWSBOGOR.COM, BOGOR SELATAN - Pemilik rumah di RT 1/1 Kelurahan Cipaku, Kecamatan Bogor Selatan, Kota Bogor, Yusuf Haerudin (56), bercerita tentang kejadian angin puting beliung yang terjadi pada Kamis (6/12/2018).

Ketika kejadian pada Kamis kemarin, ia sedang beristirahat di kamarnya.

Sementara istrinya, Yati Sumiati (44), baru pulang dari kelurahan, dan anaknya sedang bermain handphone di kamar.

"Istri saya teriak 'Allahu Akbar' sebanyak lima kali. Saya tanya apa, anak saya jawab ada angin," katanya, ketika ditemui di rumahnya, di RT 1/1 Kelurahan Cipaku, Kecamatan Bogor Selatan, Kota Bogor, Senin (10/12/2018).

Ketika di luar, dari kejauhan Yusuf melihat rumah di seberang Sungai Cisadane terangkat dan hancur.

Angin lalu datang ke arah rumahnya menyeberangi sungai Cisadane.

Pohon-pohon yang berada di samping rumahnya pun langsung terangkat.

"Saya pun langsung bergegas menyuruh istri dan anak pergi mengungsi. Tapi saya tetap berada di luar rumah karena angin balik lagi ke tempat awal. Angin yang datang langsung merusak rumah tetangga saya dan setelah itu, rumah saya juga terkena imbasnya," jelas Yusuf.

Banyak barang-barang Yusuf dan keluarganya yang rusak.

Hanya mesin cuci, peralatan memasak, kulkas, dan pakaiannya saja yang bisa diselamatkan.

"Setelah rumah saya, rumah kakak saya yang berada persis di samping rumah saya ikut kena. Kakak saya juga seperti saya berada di luar rumah saat angin datang. Kakak saya tidak bisa mengungsi dan hanya pasrah dengan berjongkok, sebab jalanan sudah penuh seng dan rumahnya juga sudah rusak," tutur Yusuf panjang lebar.

Yusuf pun mengaku ingin segera bisa menempati rumahnya kembali dan segera mendapat bantuan dari pemerintah.

"Saya harap ada bantuan dari pemerintah untuk barang material. Alhamdulillah, bantuan makanan, obat P3K, pakaian, dan lainnya, sudah sangat dibantu. Saya harap ada bantuan lainnya untuk memperbaiki rumah saya," pungkas Yusuf.

Penulis: Sachril Agustin Berutu
Editor: Ardhi Sanjaya
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved