Puting Beliung Bogor

Terungkap, Ini yang Terjadi 30 Menit Sebelum Peristiwa Bencana Alam Puting Beliung di Kota Bogor

Petugas Tagana Kota Bogor Chaidar mengatakan bahwa informasi yang masuk dengan kejadian tersebut tidak berlangsung lama hanya berkisar jarak 30 menit.

Terungkap, Ini yang Terjadi 30 Menit Sebelum Peristiwa Bencana Alam Puting Beliung di Kota Bogor
TribunnewsBogor.com/Lingga Arvian Nugroho
Petugas Tagana Kota Bogor Chaidar 

Laporan Wartawan TribunnewsBogor.com, Lingga Arvian Nugroho

TRIBUNNEWSBOGOR.COM, BOGOR TENGAH - Angin kencang yang menumbangkan puluhan pohon dan menghancurkan ribuan atap rumah pada peristiwa angin puting beliung di Kota Bogor beberapa waktu lalu rupanya sudah diprediksi oleh pihak Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Bogor.

Bahkan Stasiun Klimatologi Bogor sudah menyampaikan adanya awan Culumunimbus yang bergerak sangat cepat dari wilayah Timur Gunung Salak.

Petugas Tagana Kota Bogor Chaidar mengatakan bahwa informasi yang masuk dengan kejadian tersebut tidak berlangsung lama hanya berkisar jarak 30 menit.

"Jadi begini saat 14.30 WIB Stasiun Klimatologi  Bogor sudah memantau ada awan Culumunimbus dan kejadian terjadinya pukul 15.00 WIB," kata pria yang juga akrab disapa Didit Gaung, Selasa (11/12/2018).

Chaidar menjelaskan bahwa dari informasi yang diterima Tagana Kota Bogor angin turun dari awan culumunimbus di atas ketinggan 1500 dari Timur Gunung Salak.

"Iya angin itu  turun dari ketinggian 1500  ke arah Timur dari Gunung Salak yaitu geografinya di arah Bogor Selatan, awan itu berkecepatan 300 kilometer pernjam kemudian angin turun menghempas  hingga ke Bogor Timur kemudian berakhir di Babakan Pasar Bogor Tengah, jadi eksis kejadiannya itu," ujarnya sore tadi.

Angin puting beliung terjang Bogor Selatan
Angin puting beliung terjang Bogor Selatan (istimewa)

Chaidar menjelaskan bahwa sapuan angin terjadi kurang lebih selama 30 menit hingga angin dan hujan berhenti total.

"Kejadiannya hampir 30 menit berhenti total dari pukul 15.00 WIB hingga pukul 15.30 WIB, Warningnya juga tidak terlalu panjang, jangka waktunya 30 menit, kalau masalah alam ini kan tidak bisa diterka," katanya.

Chaidar pun mengatakan bahwa saat kejadian tidak dimungkin kan personil untuk masuk ke dalam lokasi bencana alam saat kejadian karena kondisi alam yang tidak memungkinkan.

"Karena kalau pas kejadian kita langsung masuk ke dalam area bencana itu tidak efektif, kita pantau terus baru kita masuk," ujarnya.

Penulis: Lingga Arvian Nugroho
Editor: Damanhuri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved