Rupiah Kembali Menguat Setelah BI Intervensi Pasar

Nilai tukar Rupiah terhadap dolar Amerika Serikat pada perdagangan Rabu (12/12/2018) dibuka menguat

Rupiah Kembali Menguat Setelah BI Intervensi Pasar
Tribunnews/JEPRIMA
Seorang karyawan saat menghitung mata uang dalam bentuk pecahan Rp 50.000 dan pecahan Rp 100.000 di kawasan Kwitang, Jakarta Pusat 

TRIBUNNEWSBOGOR.COM -- Nilai tukar Rupiah terhadap dolar Amerika Serikat pada perdagangan Rabu (12/12/2018) dibuka menguat ke level Rp 14.598 per dolar AS dari posisi perdagangan sebelumnya di posisi Rp 14.607 per dolar AS.

Di pasar spot, hari ini mata yang garuda ditransaksikan pada kisaran Rp 14.574 - Rp 14.604 per dolar AS. Dengan posisi kurs pagi ini, depresiasi Rupiah sejak awa tahun sebesar 7,60 persen.

Adapun, berdasarkan acuan kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) Bank Indonesia, hari ini, Rupiah bergerak menguat ke level Rp 14.577 per dolar AS dari sebelumnya Rp 14.613 per dolar AS.

Kepala Departemen Pengelolaan Moneter Bank Indonesia Nanang Hendarsah mengatakan pasar keuangan global masih mengalami tekanan dan aksi “flight to quality” yang menimbulkan tekanan terhadap Rupiah.

Bank Indonesia juga telah melakukan langkah stabilisasi Rupiah dengan mengerahkan instrumen yang tersedia.

“Bank Indonesia melakukan intervensi di pasar DNDF, di pasar spot secara terukur, dan intervensi dalam bentuk pembelian SBN di pasar sekunder.

Pada sesi sore Bank Indonesia membuka lelang DNDF,” kata Nanang, Selasa (11/12/2018).

Nanang menjelaskan, langkah yang ditempuh Bank Indonesia diperlukan untuk memastikan nilai tukar Rupiah tidak melemah terlalu tajam dan keyakinan masyarakat terjaga.

Pada perdagangan Selasa (11/12/2018) Rupiah sempat melemah 0,68 persen ke level 14.660 per dolar AS. 

Menurut dia, kembali meningkatkanya ketidakpastian terkait prospek ekonomi global, menungkatnya kembali tensi sengketa dagang, proses penyelesaian Brexit yang masih penuh tantangan, serta mundurnya Gubernur bank sentral India.

“Perkembangan ini menyebabkan seluruh mata uang Asia melemah, termasuk Rupee India yang paling besar pelemahannya,” tutur dia.

Editor: Damanhuri
Sumber: Tribunnews.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved