Bandingkan Kasus La Nyalla dengan Ratna Sarumpaet, Fahri Hamzah: Penuduh PKI Harusnya Dipenjara Juga

Fahri Hamzah mengatakan, seharusnya La Nyalla dijadikan tersangka seperti Ratna Sarumpaet, bukan malah dimaafkan oleh Jokowi

Bandingkan Kasus La Nyalla dengan Ratna Sarumpaet, Fahri Hamzah: Penuduh PKI Harusnya Dipenjara Juga
Kolase Foto Kompas.com
Fahri Hamzah mengatakan, seharusnya La Nyalla dijadikan tersangka seperti Ratna Sarumpaet, bukan malah dibebaskan. 

TRIBUNNEWSBOGOR.COM -- Fahri Hamzah mengkritik sikap Presiden Jokowi yang memaafkan La Nyalla.

Seharusnya, kata Fahri Hamzah, Jokowi jangan senang dibela oleh orang yang memiliki kepentingan seperti La Nyalla.

Apalagi, kata dia, kepentingan yang dimaksud yakni masalah dalam urusah hukum.

Sebab, lanjut Fahri Hamzah, itu merupakan metode pembusukan yang efektif.

Seperti diketahui, La Nyalla sebelumnya mengaku, melakukan upaya untuk meredam isu keterkaitan Jokowi dengan PKI.

La Nyalla mengatakan hal ini karena dirinya merupakan salah satu penyebar isu tersebut ketika masih mendukung Prabowo Subianto pada Pilpres 2014.

"Saya sudah keliling, kita sudah keliling dengan saya memviralkan bahwa Pak Jokowi bukan PKI. Saya sudah minta maaf, dan saya mengakui bahwa saya yang sebarkan isu PKI itu, saya yang ngomong Pak Jokowi PKI, saya yang mengatakan Pak Jokowi itu agamanya enggak jelas, tapi saya sudah minta maaf," ujar La Nyalla di kediaman Ma'ruf Amin, Jalan Situbondo, Selasa (11/12/2018).

Ia mengaku sudah bertemu dengan Jokowi untuk meminta maaf.

Dia mengaku nenyebarkan fitnah itu di Jawa Timur dan Madura.

Ketua Umum PSSI, La Nyalla Mattaliti saat memberi keterangan usai pertemuan Asosiasi Provinsi (ASPROV) PSSI di Kantor PSSI, Senayan, Jakarta, Selasa (15/9/2015). Pertemuan ini di lakukan untuk membahas sejumlah hal, dimana salah satunya terkait rencana penyelenggaraan Pra Pekan Olahraga Nasional (PON).
Ketua Umum PSSI, La Nyalla Mattaliti saat memberi keterangan usai pertemuan Asosiasi Provinsi (ASPROV) PSSI di Kantor PSSI, Senayan, Jakarta, Selasa (15/9/2015). Pertemuan ini di lakukan untuk membahas sejumlah hal, dimana salah satunya terkait rencana penyelenggaraan Pra Pekan Olahraga Nasional (PON). (Feri Setiawan/Super Ball)

Dia bersyukur Jokowi mau memaafkannya.

Halaman
123
Penulis: Vivi Febrianti
Editor: Ardhi Sanjaya
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved