Enam Pembulutangkis Indonesia Ikut di Kejurnas PBSI

Para pebulu tangkis papan atas ikut berlaga di Kejuaraan Nasional (Kejuarnas) PBSI 2018 yang digelar di Kelapa Gading, Jakarta Utara

Enam Pembulutangkis Indonesia Ikut di Kejurnas PBSI
BADMINTON INDONESIA
Marcus Fernaldi Gideon/Kevin Sanjaya Sukamuljo saat tampil pada partai semifinal Denmark Open 2018 yang berlangsung pada Sabtu (20/10/2018) dini hari WIB. 

TRIBUNNEWSBOGOR.COM - Para pebulu tangkis papan atas ikut berlaga di Kejuaraan Nasional (Kejuarnas) PBSI 2018 yang digelar di Kelapa Gading, Jakarta Utara, 18-22 Desember 2018.

Kevin Sanjaya Sukamuljo dan Marcus Fernaldi Gideon, Tontowi Ahmad, Liliyana Natsir, Hendra Setiawan, Mohammad Ahsan bergabung di Kejurnas yang juga dijadikan ajang evaluasi para pemain.

“Secara umum persiapan sudah selesai, Kejurnas PBSI 2018 siap untuk dilaksanakan. Kami berharap pertandingan berjalan dengan lancar dan sukses, klub-klub yang bertanding bisa bersaing untuk meraih gelar juara dan pecinta bulutangkis dapat menyaksikan pertandingan kelas dunia di Britama Arena nanti,” ujar Ketua Panitia Pelaksana, Achmad Budiharto dikutip dari laman resmi PBSI.

Sementara itu, menurut Alex Tirta, Ketua Harian PP PBSI, Kejuarnas merupakan puncak dari kegiatan tingkat tertinggi di Indonesia serta ajang evaluasi bagi pembinaan atlet baik di pusat maupun daerah.

"Pengprov harus melaksanakan Kejurprov berbasis Sistem Informasi, dalam rangka mempersiapkan atlet atlet terbaiknya untuk bertanding di Kejurnas. Sudah saatnya Pengprov mempunyai Program Pembinaan berlandaskan Iptek, agar proses regenerasi berjalan efektif dan efisien," ujar Alex Tirta.

Kepala Bidang Pembinaan dan Prestasi PBSI, Susy Susanti mengatakan akan memanfaatkan hasil Kejurnas PBSI 2018 untuk memantau bibit-bibit potensial bulutangkis Indonesia.

“Lewat Kejurnas kami harapkan bisa memantau bibit-bibit yang potensial agar lebih memudahkan kami di PBSI untuk menilai pantas tidaknya mereka bergabung di Pelatnas. Pastinya ada proses dari pengumpulan point dari hasil prestasi selama  satu tahun, yang puncaknya adalah di Kejurnas. Para juara di kelompok taruna divisi 1 Kejurnas ini bisa dipastikan akan dipanggil ke Pelatnas untuk diberikan kesempatan latihan bersama dan dinilai lebih lanjut dari semua kriteria. Baik fisik, teknik, karakter, disiplin, daya juang, dan lain-lain,” papar Susy.

Untuk kelompok dewasa, Kejurnas secara bergantian setiap tahunnya mempertandingan nomor perorangan dan beregu.  

Tahun genap memainkan nomor beregu, sedangkan tahun ganjil untuk perorangan. Sedangkan kelas taruna U-19 setiap tahunnya mempertandingan nomor perorangan.

Selain terbagi menjadi dua kelompok usia, Kejurnas juga dibagi menjadi dua divisi yaitu divisi 1 dan divisi 2.

Halaman
12
Editor: Damanhuri
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved