Helm yang Sudah Pernah Jatuh Karena Kecelakaan Tak Boleh Dipakai Lagi, Ini Penjelasannya

Tindakan cepat setelah kepala yang dilindungi helm, meski helm mahal, enggak menjamin kepala tetap sehat kalau sudah terbentur barang padat.

Helm yang Sudah Pernah Jatuh Karena Kecelakaan Tak Boleh Dipakai Lagi, Ini Penjelasannya
TribunnewsBogor.com/Sachril Agustin Berutu
ilustrasi helm 

TRIBUNNEWSBOGOR.COM - Helm sudah mahal enggak menjamin kondisi kepala brother tetap aman saat jatuh dari motor dan kepala membentur aspal.

Ada yang wajib dilakukan kalau brother jatuh dan kepala terbentur benda keras.

Tindakan cepat setelah kepala yang dilindungi helm, meski helm mahal, enggak menjamin kepala tetap sehat kalau sudah terbentur barang padat.

"Kelihatan helm enggak apa-apa. Tapi, apa yakin kepala kita juga enggak apa-apa?" kata Nathania Mugiyono, Teknisi PT Tarakusuma Indah, produsen helm KYT kepada GridMotor.

Menurut Mugiyono yang dipercaya mengurus teknis perawatan untuk helm pembalap MotoGP yang menggunakan KYT, helm yang yang sudah tabrakan dengan beda keras akan ada perubahan.

"Terjadi pemadatan di bagian helm yang kena benturan keras. Helm kalau sudah begini enggak boleh dipakai lagi," kata Mugiyono.

Pemadatan yang terjadi di helm, berarti sudah tidak bisa lagi melindungi kepala dari benturan benda keras.

Pemadatan di helm sama juga fungsi material tidak lagi bekerja sebagai peredam.

Mugiyono menyarankan bro kalau sudah terjadi kepala yang pakai helm jatuh dan kena benturan keras harus dicek.

"Di ct scan. Biar tahu bagaimana kondisi kepala. Nantinya kan akan tahu apakah stop dulu pakai motor untuk sementara atau tetap boleh naik motor," tutup Mugiyono.

(Berita ini telah tayang di Gridmotor.id dengan judul Enggak Sepele, Jatuh dari Motor dan Kepala yang Pakai Helm Terbentur Aspal)

Editor: Yudhi Maulana Aditama
Sumber: Grid.ID
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved