Angka Kematian Penyakit Tak Menular di Indonesia Meningkat, Ternyata Kebiasaan Ini Jadi Penyebabnya

Angka ini terus meningkat dan menginjak angka 71% orang meninggal akibat penyakit tidak menular pada 2014.

Angka Kematian Penyakit Tak Menular di Indonesia Meningkat, Ternyata Kebiasaan Ini Jadi Penyebabnya
net
Ilustrasi 

TRIBUNNEWSBOGOR.COM - Seiring perkembangan zaman di era kini, pola makan dan gaya hidup menjadi faktor tak terbantahkan yang memengaruhi kesehatan seseorang.

Dengan segudang aktivitas padat, semakin banyak orang yang malas berolahraga karena langkanya waktu luang.

Disamping itu, kebanyakan orang lebih memilih makanan yang tidak sehat dengan kandungan gula, garam dan lemak yang tinggi.

Hal ini pun memicu angka kematian akibat penyakit tidak menular kian meningkat, khususnya di Indonesia.

"Angka kematian semakin meningkat karena pola hidup yang tidak sehat seperti diet yang tidak sehat dan tidak seimbang, minimnya aktivitas fisik, merokok, konsumsi minuman beralkohol juga stres," ungkap dr. Prima Yosephine, MKM selaku Kepala Subdit Diabetes Melitus dan Gangguan Metabolik, Direktorat Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Tidak Menular Kementerian Kesehatan RI dalam sesi diskusi Jakarta Food Editor's Club di Jakarta Selatan, Selasa (18/12).

Menurut data yang dirilis oleh Double Burden of Diseases & WHO NCD Country Profile pada 2014 menunjukkan, angka kematian masyarakat Indonesia akibat penyakit tidak menular kian melonjak yakni 56% pada 1990.

Ini 4 Manfaat Positif saat Meluapkan Amarah, Tak Selalu Negatif !

Angka ini terus meningkat dan menginjak angka 71% orang meninggal akibat penyakit tidak menular pada 2014.

Tak hanya memengaruhi kualitas hidup semata, fakta ini pun semakin meningkatkan anggaran yang harus dikeluarkan negara dalam penanganan penyakit katastropik yaitu sebesar Rp 13,6 Triliun pada 2015.

"Biaya ini paling besar untuk pelayanan penyakit tidak menular yaitu sebesar 23,9%," ungkap Prima.

Prima menuturkan, penyakit jantung, gagal ginjal kronik dan kanker berada pada tiga besar urutan teratas penyakit yang menghabiskan biaya paling banyak terkait pelayanan kesehatan yang dibutuhkan.

Halaman
12
Editor: khairunnisa
Sumber: Nakita
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved