Ngerinya 'Teror' FinTech Bodong, Yuk Kenali Seputar FinTech dan Sukseskan Gerakan Nasional Non Tunai

FinTech sendiri muncul seiring dengan perubahan gaya dan tuntutan hidup masyarakat yang ingin serba cepat dan mudah.

Ngerinya 'Teror' FinTech Bodong, Yuk Kenali Seputar FinTech dan Sukseskan Gerakan Nasional Non Tunai
Pixabay
Ilustrasi kartu kredit 

MELAKUKAN kredit online mungkin menjadi kesalahan besar yang pernah dilakukan oleh Sandi.

Bukannya terbantu, ia justru diberhentikan oleh perusahaannya karena ia terlibat masalah kredit online sekaligus ia merasa dipermalukan.

Alasannya adalah pihak pemberi pinjaman ‘meneror’ atasan Sandi karena Sandi menunggak dalam pembayaran kredit.

Ternyata, pihak kreditur ternyata mengakses kontak yang ada di Handphone Sandi dan mengirim pesan tiada henti pada nomor kontak yang ada di telepon genggam Sandi.

Padahal, sesuai dengan Surat Edaran Bank Indonesia nomor 14/17/DASP pihak kreditur dilarang menggunakan ancaman, kekerasan dan/ atau tindakan yang mempermalukan seorang debitur.

Itu berarti, pihak kreditur yang memberikan pinjaman kepada Sandi telah melanggar aturan dalam menagih kredit.

Sektor keuangan saat ini memang sedang dihadapkan pada maraknya penggunaan teknologi dalam berbagai transaksi keuangan.

Mungkin sebagian dari kita sering mendengar istilah FinTech atau Financial Technology. Kitabisa.com, Bareksa, Go-Pay, Tcash, UangTeman adalah beberapa contoh FinTech yang sering kita dengar atau gunakan sehari-hari.

FinTech sendiri muncul seiring dengan perubahan gaya dan tuntutan hidup masyarakat yang ingin serba cepat dan mudah.

Transaksi jual-beli, transfer uang, pinjam meminjam, investasi, dll dapat lebif efektif dan efisien jika menggunakan FinTech.

Halaman
123
Editor: Yudhi Maulana Aditama
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved