BI Klaim Sepanjang 2018 Pelemahan Rupiah Hanya Sebesar 5,7 Persen

Bank Indonesia (BI) mengumumkan penutupan per 31 Desember 2018 rupiah berada di level Rp 14.385 per dollar Amerika Serikat (AS).

BI Klaim Sepanjang 2018 Pelemahan Rupiah Hanya Sebesar 5,7 Persen
TRIBUNNEWS.COM/HERUDIN
Logo Bank Indonesia terpasang pada pagar kompleks perkantoran BI di kawasan Kebon Sirih, Jakarta Pusat. 

TRIBUNNEWSBOGOR.COM -  Bank Indonesia (BI) mengumumkan penutupan per 31 Desember 2018 rupiah berada di level Rp 14.385 per dollar Amerika Serikat (AS).

"Dengan demikian rupiah terdepresiasi 5,7% sepanjang tahun 2018 sejak Januari hingga Desember," jelas Nanang Hendarsah, Direktur Eksekutif Pengelolaan Moneter melalui keterangan tertulis, Senin (31/12/2018).

Melihat kondisi global selama 2018, rupiah ikut terkena imbasnya. Tekanan paling kuat terhadap rupiah terjadi pada bulan Oktober 2018. Saat itu rupiah tembus di sekitar level Rp 15.300.

Berdasarkan data yang dikumpulkan Kontan.co.id, sejumlah pengamat dan pejabat menyebut eskalasi perang dagang antara Amerika Serikat (AS) dan China menyebabkan negara emerging market mengalami depresiasi nilai tukar, termasuk Indonesia.

Selain itu, agresivitas kenaikan suku bunga The Fed juga menyebabkan keluarnya arus modal asing. Sehingga confident terhadap rupiah berkurang.

Pun sejumlah pengamat ekonomi menyebut kondisi pelemahan rupiah sepanjang tahun juga didorong kondisi defisit neraca transaksi berjalan yang terus melebar.

Berbagai upaya dilakukan pemerintah untuk menjaga kondisi ekonomi dalam negeri tetap kondusif, antara lain paket kebijakan XVI, kenaikan suku bunga BI sebanyak 175 basis poin (bps) menjadi 6%, hingga adanya Domestic Non-Deliverable Forward (DNDF).

Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul BI Klaim Pelemahan Rupiah Sepanjang 2018 Hanya Sebesar 5,7 Persen

Editor: Damanhuri
Sumber: Tribunnews.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved