Bus Sekolah Di Kota Bogor Tinggal Tunggu Izin Operasional

Kepala Dinas Pendidikan Kota Bogor Fahrudin mengatakan bahwa kelengkapan surat-surat bus sekolah tersebut sudah selesai proses perizinannya.

Bus Sekolah Di Kota Bogor Tinggal Tunggu Izin Operasional
TribunnewsBogor.com/Lingga Arvian Nugroho
Kepala Dinas Pendidikan Kota Bogor Fahrudin 

Laporan Wartawan TribunnewsBogor.com, Lingga Arvian Nugroho

TRIBUNNEWSBOGOR.COM, BOGOR UTARA - Tak lama lagi bus sekolah di Kota Bogor akan beroperasi.

Kepala Dinas Pendidikan Kota Bogor Fahrudin mengatakan bahwa kelengkapan surat-surat bus sekolah tersebut sudah selesai proses perizinannya.

"Jadi bus sekolah ini, bus sekolah tuh begini, surat-surat sudah selesai, uji kir , Srut semua sudah selesai, tinggal izin operasionalnya dari Dishub," katanya Kamis (3/1/2018).

Namun dari total ribuan siswa siswi di di Kota Bogor bus tersebut hanya mampu mengangkut 50 - 60 siswa dari 1 bus tiga perempat dan 1 jenis mini bus.

"Jadi yang diadakan oleh Dinas Pendidikan satu bus tiga perempat itu kapasitasnya 40, 20 duduk 20 berdiri, jadi 40 kapasitasnya, satu lagi yang minibus kapasitasnya 15, 16 dengan sopir, pengadaanya sudah selesai, tinggal izin operasionalnya," ucapnya.

Namun meski demikian sampai saat ini Dinas Pendidikan Kota Bogor dan Dishub Kota Bogor belum menentukan rute untuk angkutan bus sekolah tersebut.

"Rutenya akan di diskusikan dulu, jangan sampai mengganggu kegiatan yang lain, itu yang intinya harus di komunikasikan dulu intinya insya Allah bus sekolah ini tidak akan mengganggu penghasilan teman teman angkot, kalau disdik mintanya senin di Tajur bus besar itu, selasa misalnya dari kedung halang, Rabu jalan baru, kan tidak terganggu penghasilan angkot, jadi tidak hanya di pusat kota," katanya.

Namun rupanya pengadaan bus sekolah itu juga bertujuan untuk mengurangi kendaraan pribadi yang biasa digunakan oleh siswa siswi SMPN 1 Kota Bogor, SMA 1 Kota Bogor, dan Sekolah Regina Pacis.

"Yang kedua kita juga bisa melayani juga di satu titik agar mobil pribadi enggak masuk di pusat kota karena kan Dishub konsennya seperti itu, itu bagus sekali agar mobil pribadi tidak masuk semuanya ke SMPN 1, ke SMAN1, Regina Pacis, ini kan harus dibatas kumpul dimana tuh dan sejauh mana pengaruhnya kalau anak 40 diangkut mampu ga mengurai kemacetan disitu," ujarnya.

Selain itu juga kata Fahrudin bus sekolag bisa dipakai untuk mengangkut pelajar belajar di luar kelas.

Fahrudin menconrohkan bila anak anak ingin belajar sejarah belajar di Museum Peta.

"Ketiga setelah mengangkut pagi-pagi, kita ingin kunjungan pembelajaran outing clas ke Museum keperpustakaan gitu, jadi satu kelas diangkut sama bus itu kita bawa ke museum," ucapnya.

Penulis: Lingga Arvian Nugroho
Editor: Damanhuri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved