Polisi Tangkap Pembuat Uang Palsu Di Bogor, Pelaku Pakai Untuk Beli Narkoba

Pelaku pembuat uang palsu berinisial U (54) dan H (28) ditangkap oleh pihak kepolsian Polresta Bogor Kota di wilayah Gunung Sindur, Kabupaten Bogor.

Polisi Tangkap Pembuat Uang Palsu Di Bogor, Pelaku Pakai Untuk Beli Narkoba
TribunnewsBogor.com/Lingga Arvian Nugroho
ILUSTRASI - Tiga pengedar uang palsu diamankan Satreskrim Polresta Bogor Kota beserta barang bukti lembaran uang palsu, Selasa (27/3/2018) 

Laporan Wartawan TribunnewsBogor.com, Lingga Arvian Nugroho

TRIBUNNEWSBOGOR.COM, BOGOR TENGAH - Satreskrim Polresta Bogor Kota menangkap seorang pria paruh baya, dan seorang pemuda pembuat uang palsu di Bogor.

Pelaku pembuat uang palsu berinisial U (54) dan H (28) ditangkap oleh pihak kepolsian Polresta Bogor Kota di wilayah Gunung Sindur, Kabupaten Bogor.

Kapolresta Bogor Kota, Kombespol Ulung Sampurna Jaya mengatakan bahwa dua orang pelaku pembuat uang palsu tersebut ditangkap dari hasil pengembangan jual beli narkoba.

"Jadi pertama tim dari satreakrim Polresta Bogor Kota mendapatkan informasi adanya jaringan narkoba dengan menggunakan uang palsu akhirnya kita melakukan penyelidikan dan pengembangan kemudian di dapatkan di TKP Gunungsindur pada (2/1/2019) kemarin, karena kita tidak ingin barangbukti itu hilang makanya langsung kita proses pengembangan dan penyelidikannya," katanya saat pres rilis di Mako Polresta Bogor Kota, Jalan Kapten Muslihat, Kamis (3/12/2018).

Dari rumah pelaku polisi mendaptkan ribuan lembar kertas bergambar uang dengan jumlah 1500 lembar.

Jika di rupiahkan uang palsu tersebut bernilah Rp 150 juta.

"Di TKP (lokasi penangkapan) itu diketahui terdapat beberapa lembar seperti uang lembaran ratusan ribu, yang sudah kita dapat dari barangbukti yang ada adalah 1500 lembar berupa seperti uang seratusan ribuan uang, dan 50 ribu sebanyak tiga lembar," katanya.

Selain lembaran kertas bergambar uang polisi juga menyita beberapa alat elektronik dan alat cetak.

"Kita juga menyita alat printer dan ditemukan satu paket narkoba jeni sabu dan ada STNK sertifikat dan BPKB palsu dan sekarang masih pendalaman terhadap tersangka tersebut, Iya mereka itu membuatnya sendiri," ujarnya.

Saat ini kasus tersebut masig terus dikembangkan oleh pihak kepolisian baik itu penyebaran uang palsu ataupun narkoba dan surat palsu lainnya.

Atas perbuatanya pelaku disangkakan pasal 36 ayat 1, 2 dan 3 undang undang no 7 tahun 2011 tentang mata uang.

"Ancamannya itu 10 tahun penjara dan kasus ini masih terus kira kembangkan," ucapnya.

Penulis: Lingga Arvian Nugroho
Editor: Yudhi Maulana Aditama
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved