Soroti Potret Transportasi Di Kota Bogor, Pengamat Transportasi : Banyak Program Kebijakan Baru

Pengamat Transportasi Pengamat Transportasi, Djoko Setijowarno melihat bahwa banyak program baru di Kota Bogor terkait transportasi.

Soroti Potret Transportasi Di Kota Bogor, Pengamat Transportasi : Banyak Program Kebijakan Baru
Kompas.com
Djoko Setijowarno (53), pengamat transportasi dan Akademisi Jurusan Teknik Sipil Unika Soegijapranata, Semarang. 

Laporan Wartawan TribunnewsBogor.com, Lingga Arvian Nugroho

TRIBUNNEWSBOGOR.COM, BOGOR - Pengamat Transportasi Pengamat Transportasi, Djoko Setijowarno melihat bahwa banyak program baru di Kota Bogor terkait transportasi.

Mulai dari Rerouting angkutan kota, konversi angkutan kota, peluncuran bus wisata, peluncuran angkot modern hingga yang terbaru adalah peluncuran bus sekolah.

Namun Djoko menilai bahwa dari program transportasi mulai dari penataan angkutan umum hingga angkutan masal tersebut tidak berjalan maksimal.

Bahkan ada beberapa program dari transportasi tersebut tidak berjalan.

Djoko pun mencontohkan angkot modern yang hingga kini belum beroperasi.

"Angkot modern apanya yang modern, jalan saja enggak, pasti rugi itu investornya," ujarnya.

Bukan hanya itu, Djoko juga menyoroti adanya bus bantuan dari Kemenhub yang tidak dimanfaatkan secara maksimal karena hingga saat ini bus bantuan tersebut banyak yang belum beroperasi.

Terakhir Djoko juga melihat bahwa program bus sekolah yang baru saja diluncurkan oleh Pemkot Bogor melalui Dinas Pendidikan Kota Bogor tidak direncanakan dengan matang.

Karena menurutnya peluncuran satu bus sekolah ukuran 3/4 dan satu mini bus hanya bisa mengangkut satu kelas saja.

"Seba tanggung, hanya bisa angkut satu kelas, ya nanti publik bisa menilai, seharusnya jangan asal ada," katanya.

Terkait sistem transportasi di Kota Bogor Djoko pun mempertanyakan adanya Master Plan Angkutan Umum di Kota Bogor.

"Mustinya ketika terpilih itu dipelajari, kemudian dibuat aturan jangka pangjang, perencanaan jangka panjang, mau dibangun kapan aja, target pelaksanaan dan penyelesaianya kapan, jadi harus ada namanya master plan angkutan umum," ucapnya.

Selain itu Djoko juga menegaskan solusi lainnya adalah political will dari seorang pemimpin.

"Iya jelas itu, iya itu di Bogor Banyak yang baru (program baru) tapi sebagus apapun programnya jika tidak ada Political will itu ya sama saja, menjalankannya setengah ya sama saja, jadi kata kuncinya itu satu ada ga political will, sebagus apapun programnya kalau dijalankan setengah setengah tidak akan berhasil," ujarnya.

Editor: Damanhuri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved