Pilpres 2019

Ini Alasan Bima Berpose Satu Jari Saat Dampingi Maruf Amin di Bogor

Bima mengatakan, kunjungannya ke Pondok Pesantren Al Ghazaly untuk mendampingi Ma'ruf Amin, ia lakukan sebagai tuan rumah.

Penulis: Sachril Agustin Berutu | Editor: Yudhi Maulana Aditama
TribunnewsBogor.com/Lingga Arvian Nugroho
Maruf Amin dan Bima Arya 

Laporan Wartawan TribunnewsBogor.com, Sachril Agustin Berutu

TRIBUNNEWSBOGOR.COM, BOGOR TENGAH - Wali Kota Bogor, Bima Arya menegaskan, pose satu jari yang ia acungkan saat bersama Calon Wakil Presiden (Cawapres) 1 Ma'ruf Amin ketika bersilaturahmi ke Pondok Pesantren Al Ghazaly, pada Sabtu (5/1/2019) kemarin, artinya adalah memuliakan tamu.

"Orang punya hal untuk menafsirkan masing-masing. Tapi dalam kesempatan itu, artinya hanya satu, yaitu ajaran dari Rasulullah untuk memuliakan tamu. Silahkan menafsirkan macam-macam, bagi saya artinya itu," tegasnya, sebelum menjadi pembicara dalam acara Grab it Fast Telkom University, di GOR Pajajaran, Kecamatan Bogor Tengah, Kota Bogor. Minggu (6/1/2019).

Bima mengatakan, kunjungannya ke Pondok Pesantren Al Ghazaly untuk mendampingi Ma'ruf Amin, ia lakukan sebagai tuan rumah.

Sebab, ia adalah Wali Kota Bogor.

Orang yang juga sebagai politikus PAN ini menjelaskan, saat Cawapres Nomor 2, Sandiga Uno datang ke Botani Square, beberapa waktu lalu, dirinya pun hadir memenuhi undangan untuk menghormati dan memuliakan tamu.

Jelang Pemilihan Umum (Pemilu) dan Pemilihan Presiden (Pilpres) nanti, Bima Arya menegaskan, kalau posisinya netral.

Hal ini ia tegaskan karena saat ini, dirinya ingin fokus untuk membenahi Kota Bogor.

"Dalam hal Pilpres, saya sudah nyatakan berkali-kali kalau posisi saya netral. Tidak miring kiri atau ke kanan, tidak mendukung secara terbuka Capres mana pun. Mengapa? Karena saya ingin fokus mengurusi Kota Bogor, ingin fokus menuntaskan pekerjaan di Kota Bogor, dan menjaga kebersamaan di Kota Bogor," beber Bima panjang lebar.

Pertemuannya dengan Ma'ruf Amin pun, Bima katakan hanya pembicaraan secara normatif saja.

Wali Kota Bogor ini meng-klaim, tidak ada pembicaraan khusus dengan Capres Nomor 2 ini.

"Kita silahturahmi saja dan berbicara tentang hal umum. Lalu tentang harapan Kyai Ma'ruf Amin saja agar semua harapannya berjalan dengan lancar. Saya kira normatif saja, tidak ada pembicaraan khusus," tuturnya.

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved