Siap-siap Para Pelakor dan Pebinor ! Kini Bisa Dijerat Pidana Kasus Perselingkuhan

Perselingkuhan ini terjadi karena adanya orang ketiga yang biasa disebut perebut laki orang ( Pelakor) atau perebut bini orang ( Pebinor).

Siap-siap Para Pelakor dan Pebinor ! Kini Bisa Dijerat Pidana Kasus Perselingkuhan
markmanson.net
Ilustrasi 

TRIBUNNEWSBOGOR.COM -- Maraknya kasus orang ketiga dalam sebuah rumah tangga di Indonesia membuat banyak pihak geram sekaligus khawatir.

Perselingkuan semakin marak dan bahkan beberapa menganggap perselingkuhan merupakan hal lumrah karena munculnya rasa bosan dan juga alasan lain di baliknya.

Perselingkuhan ini bisa terjadi karena adanya orang ketiga yang biasa disebut perebut laki orang ( Pelakor) atau perebut bini orang ( Pebinor).

Lebih lagi, perselingkuhan ini kadang termaafkan oleh korban karena beberapa alasan.

Bila banyak bukti menyebutkan bahwa pasangan yang jadi korban perselingkuhan marah dan memutuskan berpisah, tetapi menurut penelitian, justru banyak perempuan yang memaafkan perselingkuhan pasangannya.

Menurut data statistik, diperkirakan bahwa hanya sekitar enam dari 10 laki-laki yang setia pada pernikahan dan hubungan rumah tangga mereka, artinya sisanya merupakan laki-laki yang tak setia dengan pernikahannya.

Akan tetapi meski begitu, hanya tiga dari 10 pernikahan dengan kasus perselingkuhan berakhir perceraian.

Artinya, tujuh dari 10 pasangan memilih mempertahankan rumah tangga dan pernikahannya.

Sehingga menurut sebuah studi, perselingkuhan bukan merupakan alasan utama mengapa pasangan ingin berpisah.

ilustrasi perselingkuhan
ilustrasi perselingkuhan (Marital Bliss Ministry)

Bahkan, menurut ahli statistilk pernikahan, Grant Thornton, ia melihat kasus perselingkuhan di Inggris sebagai suatu hal paling umum tetapi justru dijadikan motivasi mempertahankan pernikahan yang paling umum.

Halaman
1234
Editor: Yuyun Hikmatul Uyun
Sumber: Grid.ID
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved