Pembangunan Jalur Alternatif Puncak Telan Dana Rp 1,8 Miliar, Sebagian Tanah Warga Ikut Dibebaskan

Proses pembangunan jalan alternatif puncak diwilayah Desa Cipayung, Kecamatan Megamendung, Kabupaten Bogor telan dana sebesar Rp 1,8 miliar

Pembangunan Jalur Alternatif Puncak Telan Dana Rp 1,8 Miliar, Sebagian Tanah Warga Ikut Dibebaskan
TribunnewsBogor.com/Sachril Agustin Berutu
Jalur Alternatif Lingkar Utara 

Laporan Wartawan TribunnewsBogor.com, Sachril Agustin Berutu

TRIBUNNEWSBOGOR.COM, MEGAMENDUNG - Proses pembangunan jalan alternatif puncak diwilayah Desa Cipayung, Kecamatan Megamendung, Kabupaten Bogor telan dana sebesar Rp 1,8 miliar.

Kepala Desa (Kades) Cipayung, Cacuh Budiawan mengatakan, anggaran yang diberikan Pemerintah Kabupaten Bogor kepada Desa Cipayung untuk pengerjaan jalur alternatif utara ini sekira Rp 1,8 miliar dengan panjang jalan 1,6 kilometer .

Menurutnya, pembangunan jalan alternatif diwilayah puncak ini meliputi empat desa, yakni Desa Cipayung, Megamendung, Cipayung Permai, dan Pasir Angin.

Masing-masing desa diberikan anggaran yang berbeda, sebab cakupan wilayah kerjanya berbeda-beda.

Jalan alternatif utara ini, dijelaskan Cacuh, dari Pasir Angin sampai Megamendung.

"Lebar jalan alternatif ini empat meter. Pengerjaanya 90 hari kerja dan dimulai dari hari ini," katanya saat ditemui TribunnewsBogor.com, (Senin, 7/1/2019)

Cacuh melanjutkan, sebagian lahan warga ikut dibebsakan lantaran terkena dampak pelembaran jalan di jalur alternatif puncak tersebut.

Menurutnya, hanya sebagian lahan warga saja yang terkena dampak pelebaran jalan.

"Warga yang menolak atau ingin tanahnya dibeli, ya kita beli tanahnya. Anggaran yang dipakai untuk membeli tanah warga ini memakai dana kita (Desa Cipayung)," katanya, di Kantor Desa Cipayung, Kecamatan Megamendung, Senin (7/1/2019).

Ia mengatakan, dana yang dikeluarkan untuk membeli lahan warga ini hanya sekira Rp 6 juta.

"Pakai dana kita soalnya murah, hanya beberapa meter saja lagian juga," ungkapnya

Penulis: Sachril Agustin Berutu
Editor: Damanhuri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved