Kos-Kosannya Dirazia, Pemilik Sewakan Untuk PSK Karena Bayar Sewa Hingga Dua Kali Lipat

Pemilik kos-kosan mengaku ada satu perempuan yang bekerja menjadi Pekerja Seks Komersial (PSK) dan menyewa kamar di tempatnya.

Kos-Kosannya Dirazia, Pemilik Sewakan Untuk PSK Karena Bayar Sewa Hingga Dua Kali Lipat
TribunnewsBogor.com/Sachril Agustin Berutu
Satpol PP Kabupaten Bogor menggelar razia kamar kontrakan di wilayah Cisarua, Puncak, Kabupaten Bogor 

Laporan Wartawan TribunnewsBogor.com, Sachril Agustin Berutu

TRIBUNNEWSBOGOR.COM, CISARUA - Pemilik villa yang terkena sidak Satpol PP di RT 5/1 Desa Batu Layang, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bogor, mengaku sempat mengizinkan wanita penghibur mengontrak di tempatnya untuk mencari untung.

Pemilik kos-kosan di Kampung Ciberureum RT 5/1 Desa Batu Layang, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bogor, BD (57) mengatakan, ada satu perempuan yang bekerja menjadi Pekerja Seks Komersial (PSK) dan menyewa kamar di tempatnya.

BD pun mengaku mengizinkan perempuan tersebut tinggal di tempatnya.

Alasannya, kata BD, karena perempuan tersebut membayar uang sewa lebih kepadanya tiap bulan.

"Di tempat saya campur, ada yang karyawan biasa, ada yang wanita penghibur. Saya izinkan ia tinggal karena untuk untung. Kalau biasanya karyawan bayar Rp 400 ribu, si perempuan ini bisa bayar Rp 700 ribu sampai Rp 800 ribu per bulan," katanya, di Kantor Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bogor, Selasa (8/1/2019).

Ia mengatakan, sudah dua bulanan perempuan tersebut tinggal di kos-kosannya.

Dikatakan BD, ia mengetahui perempuan sebagai PSK karena pengakuan wanita itu sendiri.

Dijelaskan, tempatnya hanya dipakai perempuan tersebut untuk beristirahat saja, atau tidak pernah dipakai sebagai tempat 'bermain'.

Perempuan yang sebagai wanita penghibur malam itu, katanya, jarang pulang ke kontrakannya.

Halaman
123
Penulis: Sachril Agustin Berutu
Editor: Yudhi Maulana Aditama
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved