Pilpres 2019

Bawaslu Kota Bogor Dalami Pernyataan Bima Arya Soal Pose Satu Jari

Namun bila terbukti, sambungnya, sanksi yang diberikan belum dapat diketahui karena masih dalam proses.

Bawaslu Kota Bogor Dalami Pernyataan Bima Arya Soal Pose Satu Jari
TribunnewsBogor.com/Sachril Agustin Berutu
ketua Bawaslu Kota Bogor, Yustinus Eliyas dan Wali Kota Bogor Bima Arya 

Laporan Wartawan TribunnewsBogor.com, Sachril Agustin Berutu

TRIBUNNEWSBOGOR.COM, BOGOR UTARA - Ketua Bawaslu Kota Bogor Yustinus Eliyas mengatakan masih mendalami kasus dugaan kampanye terselubung yang dilakukan oleh Wali Kota Bogor Bima Arya.

Bima Arya diperiksa Bawaslu Kota Bogor terkait pose satu jari pada saat bertemu dengan Calon Wakil Presiden nomor urut 01 Maruf Amin di Pesantren Al Ghazali beberapa waktu lalu.

Menurut Yustinus, Bima Arya adalah pihak ketiga yang dipanggil Bawaslu untuk dimintai keterangan.

Kata Yustinus, Pada Rabu (9/1/209) kemarin, pihak pertama yang dipanggil Bawaslu Kota Bogor adalah Panitia Pengawas Pemilu Kecamatan (Panwascam) dan tim pengawas kelurahan.

Lalu Kamisnya (10/1/2019), ia memanggil tim kemenangan daerah pasangan calon presiden dan wakil presiden nomor urut satu.

"Jumatnya, sekarang, kita panggil Pak Wali untuk dimintai keterangan. Data dikumpulkan, lalu di rapat pleno di Bawaslu kota Bogor untuk menentukan apakah ada unsur kampanye atau tidak," katanya, di Bawaslu Kota Bogor, Kecamatan Bogor Utara, Kota Bogor, Jumat (11/1/2019).

Yustinus menjelaskan, data yang sudah ada ini dikumpulkan dan dikaji oleh tim khusus investigasi yang sudah Bawaslu bentuk.

Bila dari hasil ini Bima Arya tidak terbukti melakukan pelanggaran, kata Yustinus, maka kasus Wali Kota Bogor ini akan ditutup.

Namun bila terbukti, sambungnya, sanksi yang diberikan belum dapat diketahui karena masih dalam proses.

"Data yang dicari ini, di antaranya adalah unsur saksi, bukti pendukung, kronologis acara, lalu indikasi acaranya apakah benar mendukung salah satu calon atau tidak. Itu kita kumpulkan semuanya dan data ini di pleno di Bawaslu kota Bogor. Paling telat hasilnya keluar Selasa (15/1/2019), karena terhitung dari Senin (7/1/2019) kemarin," tuturnya panjang lebar.

Lainnya ia mengungkapkan, dari pemanggilan yang dilakukan kepada Bima Arya, Bawaslu Kota Bogor mengajukan 15 pertanyaan.

Pertanyaan yang diajukan itu di antaranya adalah posisi Bima Arya saat hadir ke acara tersebut, makna pose jari yang dilakukannya, datang di hari apa, dan masih banyak lagi.

"Semua ada mekanismenya, tidak bisa main menyimpulkan. Penelusuran ini dilakukan 7 hari kerja, dan terhitung sejak Senin (7/1/2019) kemarin," bebernya.

Penulis: Sachril Agustin Berutu
Editor: Ardhi Sanjaya
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved