Pria yang Berjalan dengan Kaki Dirantai Ternyata Mengidap Epilepsi

Azzis menambahkan, J diketahui mengidap epilepsi ketika dibawa ke Kantor Dinsos Kota Bogor pada Selasa (8/1/2019) lalu.

Pria yang Berjalan dengan Kaki Dirantai Ternyata Mengidap Epilepsi
TribunnewsBogor.com/Sachril Agustin Berutu
Kepala Dinas (Kadis) Dinsos Kota Bogor, Azrin Syamsuddin 

Laporan Wartawan TribunnewsBogor.com, Sachril Agustin Berutu

TRIBUNNEWSBOGOR.COM, BOGOR TENGAH - Pria yang berjalan di tengah Kota Bogor dengan kondisi kaki dirantai ternyata mengidap sakit epilepsi.

Kepala Dinas (Kadis) Dinsos Kota Bogor, Azrin Syamsuddin mengatakan, J dirantai oleh keluarganya agar tidak memberontak ketika sakitnya kambuh.

"Keluarganya juga kurang mampu dan kurang pengetahuan tentang penyakit yang diderita J. Makanya pria ini dirantai agar tidak memberontak ketika mengamuk," katanya, di Polresta Bogor Kota, Kecamatan Bogor Tengah, Kota Bogor, Jumat (11/1/2019).

Azzis menambahkan, J diketahui mengidap epilepsi ketika dibawa ke Kantor Dinsos Kota Bogor pada Selasa (8/1/2019) lalu.

Saat pria ini di rawat dan dilakukan penelusuran, kata Azzis, J baru diketahui mengidap epilepsi.

"Pria ini mengatakan tinggal di Desa Sukamakmur, Kecamatan Ciomas, Kabupaten Bogor. Kami langsung menghubungi Kepala Desa (Kades) Sukamakmur dan besoknya, Rabu (9/1/2019) J dipulangkan," jelasnya.

Seperti yang diketahui, sebelumnya, Senin (7/1/2019), ada seorang pria dengan kaki yang dirantai berjalan di tengah pusat Kota Bogor.

Kehadiran J membuat warga yang melihatnya menjadi heboh dan bertanya-tanya.

Tak lama kemudian, pria ini pun diamankan Satpol PP Kota Bogor.

Selanjutnya, pria dengan kaki dirantai ini dibawa ke Dinsos Kota Bogor.

Penulis: Sachril Agustin Berutu
Editor: Ardhi Sanjaya
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved