Sorot Pola Hidup Masyarakat di Era Digital, Mahasiswa Ibnu Khaldun Bogor Gelar Seminar

Masyarakat, kata Fauzi, semakin minim beraktivitas karena semua kemudahan, bisa didapatkan di era digital ini.

Sorot Pola Hidup Masyarakat di Era Digital, Mahasiswa Ibnu Khaldun Bogor Gelar Seminar
TribunnewsBogor.com/Sachril Agustin Berutu
IBN Khaldun Bogor 

Laporan Wartawan TribunnewsBogor.com, Sachril Agustin Berutu

TRIBUNNEWSBOGOR.COM, BOGOR TENGAH - Mahasiswa Ibnu Khaldun Bogor adakan seminar kesehatan agar masyarakat bisa memiliki pola hidup sehat di era revolusi industri 4.0.

Ketua Panitia Rizky Fauzi mengatakan, pola hidup sehat masyarakat sekarang ini sangat minim.

Masyarakat, kata Fauzi, semakin minim beraktivitas karena semua kemudahan, bisa didapatkan di era digital ini.

Padahal, sambungnya, Indonesia saat ini sedang menghadapi triple burden disease, yakni penyakit menular, penyakit tidak menular, dan munculnya penyakit baru.

"Seminar yang diadakan ini adalah Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (Germas) dalam menghadapi tantangan triple burden disease. Kita tau bahwa sekarang ini orang-orang jarang memiliki pola hidup sehat, yaitu kurang berolahraga, kurang makan makanan bergizi, dan jarang sekali cek kesehatan," katanya, di Gedung Aula Balitro Kampus Penelitian Pertanian Cimanggu, Kecamatan Bogor Tengah, Kota Bogor, Minggu (13/1/2019).

Ia mengatakan, seminar ini diadakan agar masyarakat semakin paham akan bahaya dari penyakit-penyakit yang ada sekarang ini.

Sebuah penyakit, kata Fauzi, bisa menyerang siapa saja, muncul kapan saja, dan dimana saja.

Sebuah aktivitas dan pola hidup sehat harus mulai dilakukan agar masyarakat, bisa mengantisipasi penyakit-penyakit yang ada.

Dengan mengadakan seminar dengan tema Optimalisasi GERMAS dalam menghadapi tantangan Triple Burden Disease di Era Revolusi Industri 4.0, mahasiswa IBN Khaldun Bogor berharap, dari acara yang dilakukan ini, masyarakat bisa lebih tau dan paham dengan pola hidup sehat agar terhindar dari penyakit yang ada sekarang ini.

Agar masyarakat lebih tau tentang bahaya penyakit dari triple burden disease, seminar ini menghadirkan Direktur Promosi Kesehatan dan Pemberdayaan Masyarakat Kemenkes RI, Riskiyana Sukandhi, Perhimpunan Sarjana dan Kesehatan Masyarakat Indonesia (Persakmi) Kusyogo Cahyo, Direktur Utama Dompet Duafa Filantropi, Imam Ruliyawan, Koordinator Infection Prevention Control Nurse (IPCN) Jawa Barat, Firmansyah, dan lain-lain.

"Seminar ini merupakan satu di antara mata kuliah kami. Peserta yang datang tidak hanya dari mahasiswa saja, tapi pelajar, alumni, dan tenaga kesehatan dari berbagai tempat juga datang mengikuti seminar ini," jelas Fauzi.

Penulis: Sachril Agustin Berutu
Editor: Ardhi Sanjaya
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved