Siswi SMK Tewas

Lokasi Penusukan Siswi SMK di Bogor Tak Terpantau Satgas Pelajar

Fahrudin mengatakan, dalam bekerja, Satgas Pelajar telah memiliki titik-titik pemantauan yang menjadi operasionalnya.

Lokasi Penusukan Siswi SMK di Bogor Tak Terpantau Satgas Pelajar
TribunnewsBogor.com/Lingga Arvian Nugroho
Gang mausk lokasi pembunuhan Andriana Yubelia Noven, siswi SMK Baranangsiang Bogor yang tewas ditusuk seorang pria 

Laporan Wartawan TribunnewsBogor.com, Sachril Agustin Berutu

TRIBUNNEWSBOGOR.COM, BOGOR TENGAH - Kepala Dinas Pendidikan Kota Bogor, Fahrudin mengatakan, kasus siswi SMK Baranangsiang yang tewas ditusuk pada Selasa (8/1/2019) lalu, di luar pantauan Satgas Pelajar.

Fahrudin mengatakan, dalam bekerja, Satgas Pelajar telah memiliki titik-titik pemantauan yang menjadi operasionalnya.

Titik-titik pemantauan itu, adalah lokasi rawan terjadinya gesekan (tawuran) antar pelajar.

Sementara lokasi (TKP) terbunuhnya siswi SMK Baranangsiang, Andriana Yubelia Noven, di gang Jalan Riau, Kecamatan Bogor Timur, Kota Bogor, kata Fahrudin, bukanlah titik pemantauan Satgas Pelajar.

"Lokasi seperti tempat kejadian itu tidak menjadi titik pemantauan Satgas. Pemantauan Satgas itu sudah ada titik-titik yang ditentukan, yaitu rawan terjadi gesekan. Di situ (TKP) enggak pernah terjadi gesekan," katanya, usai mengikuti rapat paripurna DPRD, di Gedung DPRD, Kecamatan Bogor Tengah, Kota Bogor, Senin (14/2/1/2019).

Ia mengatakan, lokasi tempat Noven tewas dibunuh sama sekali tidak terduga.

"Yang selama ini aman (TKP), sama sekali tidak terduga," jelasnya.

Fahrudin menambahkan, pengelolaan Satgas Pelajar untuk mengawasi siswa SMA dan SMK pun sudah dinaungi provinsi Jawa Barat.

Sementara untuk Satgas Pelajar SMP, pengelolaannya masih Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Bogor.

"Masih ada Satgas Pelajar. Untuk yang SMA dan SMK, pengelolaannya sudah di provinsi. Saya enggak bisa mengomentari itu. Kalau yang Satgas SMP, sekretariatnya masih," tuturnya.

Kadis Disdik Kota Bogor ini mengatakan, kasus Noven ini telah menjadi duka bagi semuanya.

Agar tidak terjadi hal seperti itu lagi, imbauan-imbauan telah dilakukan.

"Di imbau kepada anak-anak untuk lebih hati-hati dan waspada. Kalau pulang dan di lihat jalannya sepi, lebih baik memutar lagi mencari jalan yang lebih aman. Kami tidak ingin masyarakat menjadi panik dan gelisah. Kita doakan saja agar kepolisian bisa mengungkapkan dan menangkap pelaku secepatnya," pungkasnya.

Penulis: Sachril Agustin Berutu
Editor: Yudhi Maulana Aditama
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved