Dibalik Eksotisme Gunung Batu, Ada Kisah Tragis yang Pernah Terjadi

Salah satu warga yang enggan disebut namanya menuturkan bahwa Gunung Batu ini jauh dari mitos-mitos atau pun kisah-kisah mistis.

Dibalik Eksotisme Gunung Batu, Ada Kisah Tragis yang Pernah Terjadi
TribunnewsBogor.com/Naufal Fauzy
Gunung Batu Sukamakmur, Kabupaten Bogor. 

Laporan Wartawan TribunnewsBogor.com, Naufal Fauzy

TRIBUNNEWSBOGOR.COM, SUKAMAKMUR - Gunung Batu rupanya sampai saat ini masih dikelola oleh warga sekitar untuk melayani warga yang hendak berwisata mendaki bukit.

Bukit bebatuan yang berlokasi di Desa Sukaharha, Kecamatan Sukamakmur, Kabupaten Bogor ini rupanya menyimpan kisah tragis yang masih diingat betul oleh warga sekitar.

Salah satu warga yang enggan disebut namanya menuturkan bahwa Gunung Batu ini jauh dari mitos-mitos atau pun kisah-kisah mistis.

Namun beberapa tahun silam seorang wisatawan tewas usai terjatuh dari puncak bukit ini.

Wisatawan ini adalah seorang pemuda dan dikabarkan jatuh setelah berswafoto di puncak Gunung Batu.

"Pas udah jatuh dia masih bernapas. Meninggalnya di rumah sakit. Masih muda," ujarnya kepada TribunnewsBogor.com, Kamis (17/1/2019).

Ia menjelaskan bahwa di hari kejadian tersebut bertepatan dengan hari libur hingga pengunjung yang hendak menaiki bukit batu yang terjal ini membludak.

"Yang parkir aja waktu itu ada sampe 400-an motor, penuh. Kalau satu motor 2 orang berarti ada 800-an orang. Pokoknya sampai antri lah di sini," ungkapnya.

Ia mengatakan bahwa usai kejadian tragis ini pihak kepolisian hingga pemerintah setempat sempat melarang Gunung Batu dibuka untuk wisatawan.

Namun, setelah kejadian tersebut, wisatawan tetap terus berdatangan untuk mendaki khususnya dihari akhir pekan dan hari libur.

"Gak boleh katanya, tapi ya gimana orang-orang terus pada dateng ke sini. Pokoknya ya hati-hati aja kalau mau naik (mendaki) mah," ungkapnya.

Sebagai informasi, Gunung Batu ini merupakan bukit bebatuan dengan ketinggian sekitar 800 Mdpl.

Hingga sekarang bukit batu ini masih didatangi wisatawan yang hendak mendaki sampai ke puncak walau pun harus melewati jalur setapak berkelok dan cukup terjal.

Penulis: Naufal Fauzy
Editor: Yudhi Maulana Aditama
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved