Cerita Penjual Madu Odeng, Berhari Hari di Hutan Hingga Harus Memanjat Pohon Tinggi

Aja (27) warga Desa Kanekes, Kabupaten Lebak Banten sudah bertahun tahun menjadi pencari madu.

Cerita Penjual Madu Odeng, Berhari Hari di Hutan Hingga Harus Memanjat Pohon Tinggi
TribunnewsBogor.com/Lingga Arvian Nugroho
Madu Odeng 

Laporan Wartawan TribunnewsBogor.com, Lingga Arvian Nugroho

TRIBUNNEWSBOGOR.COM, BOGOR TENGAH - Aja (27) warga Desa Kanekes, Kabupaten Lebak, Banten sudah bertahun tahun menjadi pencari madu.

Jika biasanya madu tersebut hanya dijual di daerah lebak dan biasa dijual kepada wisatawan sebagai oleh-oleh, kali ini penjualan madu merambah ke berbagai kota di wilayah Jabodetabek.

Sambil memanggul boto madu menggunakan tas karung, Aja biasa menjajakan madu hasil panennya itu di wikalayah Depok, Tanah Abang dan Kota Bogor.

Aja menceritakan bahwa untuk mendapatkan madu Ia harus terlebih dahulu mencari sarang lebang odeng yang berada di Gunung Kendeng.

Menurutnya jika beruntung sarang lebah bisa dengan mudah ditemukan.

Namun jika sedang sulit mereka pun bisa berhari hari berada di dalam hutan.

"Mun prosesna mah sakedeung, ngan sabaraha jam, neangana nu hese mah kan, nya eta neangan sarang lebah (kalau prosesnya cepeat sebentar, mencari sarangnya yang sulit)," katanya saat ditemui di Jalan Kapten Muslihat.

Selain sulitnya menemukan sarang madu, tingginya pohon yang harus dipanjatpun cukup lumayan.

"Kajero hutan mah leumpang aya ratusan meter mah jang neang madu odeng, mun pohon luhurna sekitar lima nepi ka 10 meter mah aya (ke dalam hutan jalan ratusan meter, tinggi pohon sekitar 5 sampai 10 meter)," katanya.

Saat menemukan sarang lebah Ia pun harus mengumpulkan ilalang terlebih dahulu.

Ilalang kering itu akan diikat bersama ilalang yang masih basah.

Tujuannya adalah untuk membuat asap agar lebah menyingkir.

"Make jukut eta nu pararanjang, diiket dina kai terus urangna manjat, geus ditengah diduruk meh aya haseup, (pakai rumput nu pararanjang diiket di kayu kemudian manjat lalu di bakar)," katanya.

Aja menuturkan satu botol madu dihargai Rp 100 - 120 ribu perbotol.

Penulis: Lingga Arvian Nugroho
Editor: Damanhuri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved