Akusisi Daerah Terdampak Bencana Palu dan Donggala Capai 2.003.266 KM

Badan Informasi Geospasial (BIG) hari ini melakukan penyerahan data akuisisi pemetaan dasar skala besar pasca bencana di wilayah Sulawesi Tengah

Akusisi Daerah Terdampak Bencana Palu dan Donggala Capai 2.003.266 KM
(KOMPAS.COM/KRISTIANTO PURNOMO)
Petugas gabungan menemukan jenasah korban gempa bumi di Perumnas Balaroa, Palu, Sulawesi Tengah, Sabtu (6/10/2018). Gempa bumi Palu dan Donggala bermagnitudo 7,4 mengakibatkan sedikitnya 925 orang meninggal dunia dan 65.733 bangunan rusak. 

Laporan Wartawan TribunnewsBogor.com, Naufal Fauzy

TRIBUNNEWSBOGOR.COM, CIBINONG - Badan Informasi Geospasial (BIG) hari ini melakukan penyerahan data akuisisi pemetaan dasar skala besar pasca bencana di wilayah Sulawesi Tengah, Senin (28/1/2019).

Penyerahkan ini dilakukan kepada beberapa kementrian dan lembaga terkait di aula kantor BIG, Cibinong, Kabupaten Bogor.

Kepala BIG, Hasanudin Zainal Abiddin, mengatakan bahwa data dari BIG ini akan dipakai oleh Kementerian atau Lembaga untuk proses pemulihan dan pembangunan kembali daerah terdampak bencana.

Ia menjelaskan bahwa area akuisisi mempunyai luasan sebesar 2.003.266 km yang mencakup daerah yang terdampak bencana di Kota Palu, Kabupaten Donggala, Kabupaten Sigi dan Kabupaten Parigimoutong.

"Hasil sekarang ini kita serahkan secepat mungkin agar semua stockholder kementrian, lembaga daerah bisa bergerak terserah dia, mau bikin jalur eakuasi, relokasi baru, atau bagaimana," kata Hasanudin saat ditemui TribunnewsBogor.com di lokasi, Senin (28/1/2019).

Kepala BIG, Hasanudin Zainal Abiddin
Kepala BIG, Hasanudin Zainal Abiddin (TribunnewsBogor.com/Naufal Fauzy)

Ia menjelasakan bahwa selama proses persiapan, pelaksanaan dan finalisasi akuisisi secara simultan dilakukan koordinasi dengan lembaga pemerintah dan akademisi.

Data hasil akunsisi ini kata dia merupakan representasi geometris terkini pasca bencana di daerah terdampak dan area relokasi, sehingga dapat menjadi rujukan yang andal untuk proses pemulihan.

"Yang tanggal 20 (Februari) nanti yang lebih lengkap. Peta itu mudah-mudahan menjadi dasar mereka bekerja. Bisa dimanfaatkan, menambah data informasi. Jalan, saluran irigasi, geser berapa meter bisa kelihatan," ungkapnya.

Penulis: Naufal Fauzy
Editor: Damanhuri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved