Mengapa Perayaan Imlek Identik dengan Warna Merah? Ternyata Berawal dari Sejarah Ini

Saat perayaan Imlek, mulai dari lentera , baju, hingga amplop pasti warna merah, ini alasannya

Mengapa Perayaan Imlek Identik dengan Warna Merah? Ternyata Berawal dari Sejarah Ini
TribunnewsBogor.com/Lingga Arvian Nugroho
Toko Naga Mas di Jalan Suryakancana, Bogor Tengah dibanjiri pelanggan jelang Tahun Baru Imlek 

TRIBUNNEWSBOGOR.COM -- Dari lentera, baju, hingga amplop berwarna merah.

Pernahkan kamu bertanya mengapa warna merah sangat popular di Tiongkok, terlebih saat perayaan Imlek?

Sejarah menyebutkan bahwa semua hal itu berasal dari cerita soal Nian, binatang buas yang meneror penduduk desa di Tahun Baru, memakan tanaman, ternak, bahkan anak kecil.

Tetapi penduduk desa mengetahui bahwa banteng dengan kepala singa ini takut akan tiga hal; api, suara bising, dan warna merah.

Nian dikalahkan, dan sejak itu warna merah dianggap memberikan keberuntungan bagi diri sendiri dan semua orang.

Beruntung kamu tidak perlu mengalahkan Nian untuk merayakan Imlek, yang perlu kamu lakukan sekarang adalah menggunakan warna merah pada perayaan Imlek.

Jelang Imlek, Pedagang Burung Pipit di Bogor Tunggu Kedatangan Pemborong

Aksi Baim Wong Jadi Orang Gila dan Hadiahkan Uang pada Penjual Pisang Jadi Perbincangan di Malaysia

Baim Wong Prank Raffi Ahmad, Nagita Slavina Marah Besar pada Suami, Sepatunya Berharga Belasan Juta

“Biasanya lentera merah digantung di depan pintu pada hari raya Imlek untuk menangkal nasib buruk,” ujar Karen Katz, penulis buku bergambar My First Chinese New Year yang terbit pada 2012.

Selain itu, hiasan-hiasan juga berwarna merah.

Semua tak lepas dari usaha untuk mengusir Nian, monster yang pada mas kini melambangkan nasib buruk.

Pada perayaan Imlek, di Tiongkok orang akan memasang kembang api guna menghalau Nian.

Taman Safari Indonesia (TSI) Cisarua Bogor menghadirkan booth ramalan nasib jelang Imlek.
Taman Safari Indonesia (TSI) Cisarua Bogor menghadirkan booth ramalan nasib jelang Imlek. (TribunnewsBogor.com/Yudhi Maulana)
Halaman
12
Editor: Yuyun Hikmatul Uyun
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved