Pilpres 2019

Akademisi Sebut Serangan Jokowi Tak Membabi Buta Seperti Pesaingnya Lakukan Selama Ini

Leo Agustino menilai tidak ada salahnya Calon Presiden nomor urut 01 Joko Widodo (Jokowi) mengubah strategi kampanye dari bertahan menjadi menyerang.

Akademisi Sebut Serangan Jokowi Tak Membabi Buta Seperti Pesaingnya Lakukan Selama Ini
Kompas.com
Presiden Joko Widodo menyapa warga sekitar Tambora setelah meninjau kegiatan Pemodalan Nasional Madani alias PNM di Lapangan Bola Perisma, Kelurahan Kalianyar, Kecamatan Tambora, Jakarta Barat, Rabu (8/1/2019). PNM yang akan ditinjau Presiden, yakni PNM Mekaar (Membina Ekonomi Keluarga Sejahtera). PNM Mekaar menekankan pada sisi membantu ibu-ibu prasejahtera menjadi sejahtera dengan cara memberi modal usaha dengan bantuan pelatihan serta pengembangan usahanya lewat bisnis usaha.(KOMPAS.com/GARRY LOTULUNG 

TRIBUNNEWSBOGOR.COM -  Akademisi Universitas Sultan Ageng Tirtayasa Banten, Leo Agustino menilai tidak ada salahnya Calon Presiden nomor urut 01 Joko Widodo (Jokowi) mengubah strategi kampanye dari bertahan menjadi menyerang.

Apalagi menurut Leo Agustino, serangan Jokowi kepada lawannya bukan membabi buta tanpa arah yang tepat.

"Selama ini kita lihat Jokowi hanya bertahan. Kali ini, saya kira, tak ada salahnya dia menyerang. Toh serangan Pak Jokowi tidak membabi buta seperti pesaingnya lakukan selama ini," ujar Leo Agustino kepada Tribunnews.com, Senin (4/2/2019).

Leo Agustino pun tidak melihat adanya ketakutan di balik berubahnya strategi Jokowi yang terlihat lebih agresif menyerang tersebut.

Bahkan dia tidak melihat adanya ketakutan terkait elektabilitas yang tidak meningkat di balik strategi Jokowi menyerang.

Karena dia tidak melihat survei-survei menunjukkan penurunan elektabilitas Jokowi.

"Seperti Saya katakan sebelumnya, serangan tersebut tidak ada kaitanya dengan ketakutan," jelas Leo Agustino.

Kubu Prabowo-Sandi Beri Sindiran, Jokowi Sebut Teori Propaganda Rusia Hingga Soal Konsultan Asing

Perubahan ini menurut dia, lebih pada strategi berpolitik.

Apalagi debat kedua sudah semakin dekat.

"Boleh jadi ini salah satu dari strateginya atau persiapannya untuk menghadapi 17 Februari yang akan datang," ujarnya.

Halaman
12
Editor: Damanhuri
Sumber: Tribunnews.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved