Ini Makna Lilin yang Dibakar Saat Perayaan Imlek

Saat perayaan Imlek, Vihara Dhanagun ramai dikunjungi warga Tionghoa yang ingin melakukan ibadah dan sembahyang.

Ini Makna Lilin yang Dibakar Saat Perayaan Imlek
TribunnewsBogor.com/Lingga Arvian Nugroho
Perayaan Imlek di Vihara Dhanagun ramai dikunjungi warga Tionghoa, Selasa (5/2/2019) 

Laporan Wartawan TribunnewsBogor.com, Lingga Arvian Nugroho

TRIBUNNEWSBOGOR.COM, BOGOR TENGAH - Saat perayaan Imlek, Vihara Dhanagun ramai dikunjungi warga Tionghoa yang ingin melakukan ibadah dan sembahyang.

Salah satu prosesnya adalah dengan membakar hio dan kertas Sui Kim

Pegawai Vihara Dhanagun Kusuma yang juga pengurus harian mengatakan bahwa Hio yang sudah dibakar ditancapkan di sebuah wadah bernama hio lo.

Warga Tionghoa biasanya menancapkan tiga batang hio, yang melambangkan bumi, langit dan manusia.

Tiga unsur ini yang menjadi unsur utama dalam kehidupan

Sementara itu menebai hio atau dupa dan lilin yang dibakar melambangkan arti sebuah semangat.

"Iya artinya anda tidak boleh putus harapan kenapa kita sembahyang pakai hioh pembakaran pakai hio, karena membakar lilin itu kan lambangnya api maksudnya dalam setiap yang baru kita harus punya spirit yang baru nah, semangatnya enggak boleh kendor, kalau bisa setiap tahun tuh semangat kamu harus lebih meningkat baik secara moral atau secara finansialnya," ujarnya Selasa (5/2/2019).

Karena kata pria yang akrab disapa A Yung setiap manusia jangan hanya cuma berharap.

Namun harapan itu dibuktikan dengan sebuah usaha.

"Bukan hanya mengharapkan tapi dengan semangat dan usaha yang kita kerjakan, sehingga hasil dari apa yang dikerjakan berbuah harapan itu," ujarnya.

Penulis: Lingga Arvian Nugroho
Editor: Damanhuri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved