Banyak Kasus Bayi Dibuang di Kota Bogor, KPAI Soroti Fungsi Sekolah Ibu

Bahkan kasus tersebut terjadi juga pada tahun 2018 sebanyak dua kasus dan pada awal tahun 2019 sebanyak satu kasus pembuangan bayi.

Banyak Kasus Bayi Dibuang di  Kota Bogor, KPAI Soroti Fungsi Sekolah Ibu
Grid.ID
Ilustrasi bayi 

Laporan Wartawan TribunnewsBogor.com, Lingga Arvian Nugroho

TRIBUNNEWSBOGOR.COM, BOGOR TENGAH - Predikat Kota Layak Anak yang didapat oleh Pemerintah Kota Bogor untuk tahun 2017 lalu sepertinya berbanding terbalik dengan fakta yang terjadi.

Dari catatan peliputan TribunnewsBogor.com, pada tahun 2017, dalam kurun waktu tiga bulan terjadi empat kasus pembuangan bayi di Kota Bogor.

Bahkan kasus tersebut terjadi juga pada tahun 2018 sebanyak dua kasus dan pada awal tahun 2019 sebanyak satu kasus pembuangan bayi.

Komisioner Bidang Pornografi dan Cyber Crime KPAI Kota Bogor Sumedi mengatakan bahwa kasus pembuangan bayi termasuk ke dalam tindak pidana dan merupakan kasus kekerasan terhadap anak.

"Iya itu sangat masuk dalam kasus kekerasan terhadap anak, yang namanya anak ini menurut undang undang anak yang masih dalam kandungan sampai sebelum 18 tahun jangankan anak yang sudah bayi anak masih dalam kandungan saja ketika sengaja digugurkan (aborsi) oleh orangtuanya itu sudah masuk ke dalam kategori kekerasan," katanya Rabu (6/2/2019).

Sumedi juga menyarankan agar kasus pembuangan bayi ditangani dengan serius dari segi penegakan hukum dan penyebab pelaku melakukan pembuangan bayi.

"Iya artinya gitu, apa sih yang menjadi pemicu tindak kekeeasan terhadap bayi ini misalkan pemicunya adanya sex bebas, perkawinan diusia muda atau tindak kekersan yang anak anak muda sekarang," katanya.

Untuk itu kata Sumedi, kehadiran sekolah ibu di Kota Bogor diharapkan bisa menjadi edukasi untuk para ibu muda di Kota Bogor.

"Apalagi di kota bogor sekarang ada namanya Sekolah Ibu, ya harusnya dengan adanya sekolah ibu ini kan merupakan edukasi orangtua untuk ibu ibu muda," ujarnya.

Karena kata Sumedi, KPAI Kota Bogor sendiri beberapa kali menemui kasus dimana ibu muda tidak sanggup atau belum memiliki kemampuan untuk mendidik dan merawat anaknya.

"Kami KPAI sering melihat bagaimana orangtua ibu-ibu muda yang tidak ada bekal skill tidak ada kemampuan cara mendidik anak, padahal ini kan penting sekali basik banget gitu lho ketika ada seorang ibu yang memiliki anak tapi tidak ada bekal tidak ada kemampuan bagaiaman cara mendidik anak yang ada emosi yang ada anak dipukulin yang ada anak dimarahin nah ini yang harus kita kerjasama dengan pemerintah daerah aparat kepolisiannya," katanya.

Penulis: Lingga Arvian Nugroho
Editor: Yudhi Maulana Aditama
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved