Pilpres 2019

Jokowi : Empat Tahun Diam, Masa Suruh Meneruskan

Jokowi menjelaskan, selama empat tahun menjadi Presiden, dirinya sering tidak merespon serangan dari oposisi.

Jokowi : Empat Tahun Diam, Masa Suruh Meneruskan
Tribunnews.com/Theresia Felisiani
Presiden Joko Widodo atau Jokowi di sela-sela penyerahan sertifikat tanah di Kecamatan Senen, Jakarta Pusat, Sabtu (26/1/2019) 

TRIBUNNEWSBOGOR.COM -- Mendekati pemilihan presiden periode 2019-2024, calon presiden Joko Widodo (Jokowi) kerap menyampaikan serangan ke kubu Prabowo-Sandi saat menghadiri pertemuan dengan pendukungnya.

Jokowi menilai, dalam berkampanye memang diperlukan serangan atau offensive ke kubu lawan agar suara tetap terjaga di masyarakat.

 
"Kampanye kan perlu offensive," ujar Jokowi seusai menghadiri peringatan ke-72 tahun HMI di kediaman Majelis Pembina Korps Alumni Himpunan Mahasiswa Islam Akbar Tandjung di Jakarta, Selasa (5/2/2019) malam.

Jokowi menjelaskan, selama empat tahun menjadi Presiden, dirinya sering tidak merespon serangan dari oposisi.

Sehingga, Ia menilai inilah waktu yang tepat untuk menjawab tudingan-tudingan kubu lawan.

"Masa kita empat tahun suruh diam saja, ya tidaklah. Jadi empat tahun diem, masa suruh meneruskan," kata Jokowi.

Saat bertemu dengan relawan di Jawa Timur dan Jawa Tengah, Jokowi mulai melakukan serangan kepada pasangan Prabowo-Sandi.

Capres nomor urut satu tersebut, menduga tim sukses nomor urut dua menggunakan konsultan asing dengan memainkan strategi propaganda Rusia yang menyemburkan kebohongan kepada masyarakat.

Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul Jokowi : Kampanye Kan Perlu Menyerang, Masa 4 Tahun Diem Aja,

Editor: Ardhi Sanjaya
Sumber: Tribunnews.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved