Pilpres 2019

Jokowi-Maruf Amin Dianggap Panik, Erick Thohir : yang Terjadi Harusnya Sebaliknya

Berdasarkan hasil riset lembaga survei resmi yang diakui KPU, selisih suara kedua pasangan calon minimal sebesar 20 persen.

Jokowi-Maruf Amin Dianggap Panik, Erick Thohir : yang Terjadi Harusnya Sebaliknya
Kompas.com
Pasangan calon presiden dan wakil presiden nomor urut 1, Joko Widodo dan Maruf Amin memberikan penjelasan saat debat pilpres pertama di Hotel Bidakara, Jakarta Selatan, Kamis (17/1/2019). Tema debat pilpres pertama yaitu mengangkat isu Hukum, HAM, Korupsi, dan Terorisme.(KOMPAS.com/GARRY LOTULUNG) 

TRIBUNNEWSBOGOR.COM -- Calon presiden petahana Joko Widodo mulai memainkan gaya menyerang dalam sisa masa kampanye Pemilihan Presiden, April 2019 2019.

Ketua Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Ma'ruf Amin, Erick Thohir menyoroti pernyataan kubu Prabowo Subianto-Sandiaga Uno bahwa gaya menyerang Jokowi akrena kepanikan atas elektabilitas yang kian tergerus.

Erick meminta seluruh pihak selalu bersumber dari fakta dan data.

Berdasarkan hasil riset lembaga survei resmi yang diakui KPU, selisih suara kedua pasangan calon minimal sebesar 20 persen.

"Hanya ada dua lembaga yang menyatakan selisihnya sudah berkurang, yakni lembaga Media Survei Nasional (Median) serta Pusat Kajian Kebijakan dan Pembangunan Strategis (Puskaptis)," ujar Erick melalui keterangan pers, Rabu (6/2/2019).

Kalaupun survei Median dan Puskaptis itu mau diakui, selisih elektabilitas Jokowi-Ma'ruf dengan Prabowo-Sandiaga masih mencapai 15-18 persen.

"Semuanya menunjukkan kemenangan Jokowi-Ma'ruf, sehingga aneh apabila disebut Jokowi dan Ma'ruf panik. Yang terjadi seharusnya adalah sebaliknya," ujar Erick.

"Intinya, kalau dikatakan Jokowi panik karena survei, jawabannya tidak," lanjut pengusaha muda pendiri Grup Mahaka tersebut.

Lagipula, Erick mengingatkan pada tahun 2014 lalu, lembaga survei Puskaptis dikeluarkan dari keanggotaan Dewan Etik Perhimpunan Survei Opini Publik Indonesia (Persepi).

Selain Puskaptis, Persepi juga mengeluarkan sebuah lembaga survei lain bernama Jaringan Suara Indonesia (JSI).

Halaman
12
Editor: Ardhi Sanjaya
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved