Kasus Kekerasan Terhadap Anak di Kota Bogor Meningkat 30 Persen

KPAI Kota Bogor mencatat bahwa laporan kasus kekerasan kepada anak di Kota Bogor pada tahun 2018 mengalami peningkatan cukup tinggi

Kasus Kekerasan Terhadap Anak di Kota Bogor Meningkat 30 Persen
TribunnewsBogor.com/Damanhuri
Kekerasan Anak 

Laporan Wartawan TribunnewsBogor.com, Lingga Arvian Nugroho

TRIBUNNEWSBOGOR.COM, BOGOR TENGAH - Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) Kota Bogor mencatat bahwa laporan kasus kekerasan kepada anak di Kota Bogor pada tahun 2018 mengalami kenaikan yang cukup signifikan.

Komisioner Bidang Pornografi dan Cyber Crime KPAI Kota Bogor Sumedi mengatakan bahwa peningkatan kasus kekerasan kepada anak pada kasus tindakan asusila kepada anak di Kota Bogor juga mengalami peningkatan.

"Dan pengaduan tindakan kekerasan seksual terhadap anak juga mengalami peningkatan," katanya Rabu (6/2/2019).

Sumedi menjelaskan bahwa kasus kekerasan kepada anak yang dilaporkan masyaramat kepada KPAI Kota Bogor itu beragam.

"Kalau dari tahun 2017 kemudian ke tahun 2018 ini tingkat kekerasan di Kota Bogor ini mengalami peningkatan ya jadi kami menampung laporan dari warga masyatakat Kota Bogor beda dengan yang melaporkan langsung kepada pihak ke polisian ya jadi ini langsung ke kpai, jadi ini hanya kita mengakomodir masyarakat langsung yang melaporkan kekerasan kepada kpai nah laporan ini pun bervariasi adanya melaporkan kekerasan secara fisik ada kekerasan secara verbal ada kekerasan seksual dan macem macem ya kalau di bagi faktornya memang banyak," ucapnya.

Jika dipersentase peningkatan tersebut kata Sumedi berada diangka 25 hingga 30 persen.

Angka tersebut menurutnya merupakan angka yang tinggi.

Karena berapa pun jumlah kenaikan tindak keekerasan itu merupakan kondisi mengkhawatirkan.

"Kalau dari 2017 ke 2018 itu peningkatan sekitar 25 sampai 30 persen, kalau kami melihat seberapa pun angka jumlah peningkatan ini kami tetap mengkhawatirkan dan ini masih tinggi," ujarnya.

Untuk itu kata Sumedi pihaknya terus melakukan kordinasi dan mengajak intansi terkait dan Pemkot Bogor untuk bersama-sama menekan angka kekerasan terhadap anak.

"Jadi kami inginnya tidak terjadi kenaikan angka kekerasan terhadap anak di Kota Bogor, ini bagaimana kerja sama antara pemerintah daerah dengan lembaga lembaga terkait untuk menekan angka kekerasan terhadap anak apalagi dengan predikat Kota Bogor sebagai kota layak anak ya ini harus menjadi catatan untuk kita semua bahwa bukan hanya kita sekedar mendapat predikat tapi ya tindak kekerasannya malah semakin meningkat ini kan enggak bagus lah," ujarnya.

Penulis: Lingga Arvian Nugroho
Editor: Damanhuri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved