Deretan Kekerasan di Kota Layak Anak, Mengalami Peningkatan di Tahun 2018

enam klaster yang menjadi indikator sebuah kota atau kabupaten bisa disebut sebagai kota atau kabupaten layak anak.

Deretan Kekerasan di Kota Layak Anak, Mengalami Peningkatan di Tahun 2018
TribunnewsBogor.com/Lingga Arvian Nugroho
ILUSTRASI anak/ anak-anak bermain di Taman Kaulinang, Lapangan Sempur, Kota Bogor 

Laporan Wartawan TribunnewsBogor.com, Lingga Arvian Nugroho

TRIBUNNEWSBOGOR.COM, BOGOR TENGAH - Pemerintah Kota Bogor terus melakukan usaha agar bisa meningkatkan atau minimal mempertahankan predikat Kota Layak Anak (KLA).

Predikat KLA tidak diberikan begitu saja tanpa adanya indikator-indikator yang dipenuhi.

Seperti dikutip dari website Kota Layak Anak (KLA) ada enam klaster yang menjadi indikator sebuah kota atau kabupaten bisa disebut sebagai kota atau kabupaten layak anak.

Keenam klaster tersebut diantaranya adalah kelembagaan, hak sipil anak dan kebebasan, Lingkungan Keluarga dan Pengasuhan Alternatif, Kesehatan dasar dan kesejahteraan, pendidikan dan pemanfaatan waktu luang dan kegiatan budaya, Perlindungan khusus.

Dari keenam klaster itu pun kemudian dipecah ke dalam 24 poin-pont, diantaranya adalah Perda KLA, terlembaga KLA, keterlibatan masyarakat, dunia usaha dan media, Akta kelahiran, informasi layak anak, partisipasi anak, perkawinan anak, lembaga konsultasi bagi orangtua dan keluarga, lembaga pengasuhan alternatif, infra struktur ramah anak, persalinan di faskes dengan pelayanan ramah anak, air minum dan sanitasi, kawasan tanpa rokok, paud-HI, wajar 12 tahun, SRA, PKA, korban kekerasan dan eksploitasi, korban pornografi, situasi darurat, penyandang disabilitas, abh terorisme, stigma.

Indikator indikator KLA itu pun terus dipenuhi oleh Pemkot Bogor, diantaranya adalah layanan mobil curhat bagi masyarakat, pojok asi, tempat bermain anak di kantor-kantor pelayanan publik, infra struktur ramah anak atau taman bermain anak, fasilitas kesehatan, kawasan tanpa asap rokok, wajib sekolah, terakhir adalah sarana transportasi bagi pelajar dengan di luncurkannya bus sekolah, dan beberapa indikator lainnya.

Saat ini Kota Bogor pun menyandang predikat ramah anak tingkat madya yang berhasil diraih pada 2018 lalu setelah pada 2017 berhasil meraih predikat Kota Layak Anak tingkat Pratama.

Namun ada sebuah fakta yang tidak bisa dipungkiri di Kota Bogor yang mendapat predikat Kota layak anak.

- Aduan atau laporan kekerasan terhadap anak meningkat dari tahun 2017 ke 2018.

Halaman
1234
Penulis: Lingga Arvian Nugroho
Editor: Ardhi Sanjaya
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved