Program 'Kota Bogor Ramah Keluarga' Dikritik, Pengamat Tanyakan Soal Riset Sebelum Program Dibuat

Karena Kata Yus kebijakan atau program yang dibuat oleh pemerintah harus berbasis riset ilmiah, dan kebutuhan masyarakat.

Program 'Kota Bogor Ramah Keluarga' Dikritik, Pengamat Tanyakan Soal Riset Sebelum Program Dibuat
Tribunnews.com/Naufal Fauzy
Direktur Democracy Electoral and Empowerment Partnership (DEEP), Yusfitriadi 

Laporan Wartawan TribunnewsBogor.com, Lingga Arvian Nugroho

TRIBUNNEWSBOGOR.COM, BOGOR TENGAH - Program Kota Bogor Ramah Keluarga yang menjadi fokus pemerintah Kota Bogor di tahun 2019 ini mendapat pertanyaan dari pengamatan kebijakan publik.

Pengamat Politik dan Kebijakan publik Yusfitriadi mempertanyakan apakah ada anggapan dari masyarakat, ataupun hasil riset yang menyatakan bahwa Kota Bogor Kota Tidak Ramah Keluarga?

"Seperti program gagasan walkot kota ramah keluarga. Adakah hasil riset bahwa kota bogor adalah kota yang tidak ramah keluarga, atau berpotensi tidak ramah keluarga, apakah itu permasalahan terbesar dalam keluarga masyarakat di Kota Bogor," katanya, Jumat (8/2/2019).

Pria yang juga Rektor Sekolah Tinggi Keguruan dan Ilmu Pendidikan Muhammadiyah, Yusfitriadi menegaskan bahwa dirinya belum pernah mendengar ada riset yang mengatakan Kota Bogor tidak ramah keluarga.

Ia pun kemudian mempertanyakan apakah Program yang digagas oleh Wali Kota Bogor itu berdasarkan riset, penelitian ataupun kebutuhan masyarakat?

"Saya belum pernah mendengar riset yang konprehensif untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan itu, apalagi ketika program-program tersebut tidak dibarengi dengan aturan untuk menghambat masalah-masalah sosial yang dampaknya terhadap keluarga," katanya.

Karena Kata Yus kebijakan atau program yang dibuat oleh pemerintah harus berbasis riset ilmiah, dan kebutuhan masyarakat.

"Padahal kita sama-sama paham bahwa yang namanya kebijakan pemerintah harus konprehensif baik kajiannya, analisisnya, implementasinya, dampaknya, keberlangsungannya maupun kemandiriannya, yang menjadi permasalahan di Kota Bogor bukan hanya masalah infra dan sufra struktur, namun juga mentalitas, budaya dan masalah-masalah sosial," katanya.

Penulis: Lingga Arvian Nugroho
Editor: Yudhi Maulana Aditama
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved