Ada Tekanan Eksternal dan Internal, Rupiah Kembali Melemah

pelemahan rupiah terjadi seiring penguatan indeks dollar AS dan hasil negatif dari data neraca transaksi berjalan Indonesia.

Ada Tekanan Eksternal dan Internal, Rupiah Kembali Melemah
Tribunnews/JEPRIMA
Seorang karyawan saat menghitung mata uang dalam bentuk pecahan Rp 50.000 dan pecahan Rp 100.000 di kawasan Kwitang, Jakarta Pusat 

TRIBUNNEWSBOGOR.COM - Kurs rupiah melemah di awal perdagangan Senin (11/2). Mengutip Bloomberg, pukul 09.23 WIB, rupiah ada di level Rp 13.997 per dollar Amerika Serikat (AS), melemah 0,3% dibanding akhir pekan lalu yang ada di Rp 13.955 per dollar AS.

Ekonom Samuel Sekuritas Indonesia Ahmad Mikail dalam risetnya menyebut, pelemahan rupiah terjadi seiring penguatan indeks dollar AS dan hasil negatif dari data neraca transaksi berjalan Indonesia.

Mikail mengatakan, indeks dollar AS berpotensi menguat di kisaran 96,60—96,80 pada hari ini. Di saat yang sama, kurs dollar AS berpeluang unggul atas sejumlah mata uang utama dunia lainnya.

Penguatan indeks dollar AS dipicu oleh melemahnya nilai tukar euro dihadapan dollar AS sebesar 0,03% pada Jumat (8/2/2019) lalu.

“Pelemahan ini didorong oleh keputusan European Central Bank (ECB) yang memangkas target inflasi Eropa di 2019 dari 1,7% menjadi 1,6% akibat pelemahan industri di Jerman dan Spanyol,” papar Mikail dalam riset harian yang diterima Kontan.co.id.

Tekanan terhadap rupiah bertambah setelah defisit neraca transaksi berjalan Indonesia meningkat di kuartal IV-2018 menjadi 3,57%. Padahal, di kuartal III 2018, defisit neraca transaski berjalan masih di level 3,28%.

Dengan demikian, rupiah diproyeksikan Mikail akan melemah di rentang Rp 13.980—Rp 14.000 per dollar AS pada hari ini.

 (Kontan)

Editor: Damanhuri
Sumber: Kontan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved