Hari Valentine 14 Februari, Sejarah Hari Kasih Sayang Ini Justru Penuh Merah Darah

kisah tragis dan menyeramkan dibalik perayaan Hari Valentine atau hari kasih sayang

Hari Valentine 14 Februari, Sejarah Hari Kasih Sayang Ini Justru Penuh Merah Darah
istockphoto
ilustrasi hari Valentine 

TRIBUNNEWSBOGOR.COM -- Hari Valentine yang jatuh pada 14 Februari setiap tahunnya, dikenal sebagai perayaan hari kasih sayang.

Hari Valentine atau hari kasih sayang, biasanya dirayakan dengan memberikan coklat atau menunjukkan rasa cinta ke orang yang tersayang.

Namun ternyata, ada kisah tragis dan menyeramkan dibalik perayaan Hari Valentine atau hari kasih sayang ini.

Mengutip NPR, awal sejarah perayaan Hari Valentine dimulai di awal tahun masehi, saat Kerajaan Roma baru saja berkuasa.

Pada masa itu, bangsa Roma memiliki festival Lupercalia, yang dirayakan setiap 13-15 Februari.

Ini 4 Zodiak Paling Benci Hari Valentine, Mereka Tak Akan Berubah Pikiran, Kamu Termasuk ?

Putri Mulan Jameela Dituding Ikut Campur Urusan Orang Tua, Tiarani Savitri: Fake Akun Ngaku Jadi Gue

POPULER: Chand Kelvin Temani Mak Vera Berjudi, Terpaksa Tidur di Toilet Agar Paspor Tak Ditahan

Mengutip History.com, Lupercalia sendiri adalah festival pagan kuno untuk meminta kesuburan, yang penuh akan darah dan kekerasan. 

Pada saat itu, para pria Roma mengorbankan hewan, seperti kambing dan anjing untuk para dewa. 

Setelah mengorbankan hewan-hewan, para pria Roma mencambuk para wanitanya dengan cambuk yang terbuat dari kulit hewan yang dikurbankan tadi.

Seorang sejarawan dari Universitas Colorado, Noel Lenski, mengatakan bahwa para wanita Roma saat itu bahkan mengantri untuk dicambuk.

Para wanita Roma Kuno itu percaya, bahwa cambukan yang didapat saat perayaan Lupercalia dapat memberikan kesuburan bagi mereka.

Halaman
123
Editor: Yuyun Hikmatul Uyun
Sumber: Grid.ID
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved