Kasus Ahmad Dhani

Ini 5 Poin Nota Keberatan Ahmad Dhani, Sidang Dilanjutkan Besok Lusa

Kenakan kemeja putih lengkap dengan songkok hitam, Ahmad Dhani Prasetya (ADP) jalani sidang kedua atas kasus ujaran kebencian, Selasa (12/2/2019).

Ini 5 Poin Nota Keberatan Ahmad Dhani, Sidang Dilanjutkan Besok Lusa
SURYA/AHMAD ZAIMUL HAQ
Musisi dan politikus, Ahmad Dhani Prasetya (ADP) saat menjalani sidang kedua atas kasus ujaran kebencian dengan agenda pembacaan eksepsi di Ruang Cakra, PN Surabaya, Selasa, (12/2). 

TRIBUNNEWSBOGOR.COM -  Kenakan kemeja putih lengkap dengan songkok hitam, Ahmad Dhani Prasetya (ADP) jalani sidang kedua atas kasus ujaran kebencian, Selasa (12/2/2019).

Kali ini, selain dikawal oleh kepolisian, simpatisan dari warga bertuliskan FPI turut mengawal sidang tersebut.

Jalannya sidang berlangsung aman, dengan agenda pembacaan eksepsi atau nota keberatan pihak kuasa hukum mulai membacakan eksepsi.

Kabar Terbaru Kasus Ahmad Dhani di Surabaya, Sempat Terjadi Ricuh Hingga Suami Mulan Bilang Begini

Ada lima poin dari isi nota keberatan tersebut, pertama, kuasa hukum Aldwin & partners ini adalah eksepsi kompetensi relatif.

“Bahwa oleh karena itu Jaksa Penuntut Umum kemudian mengajukan perkara pidana ini kepada Pengadilan Negeri Surabaya adalah keliru adanya, karena dalam surat dakwaan tidak dijelaskan di mana terdakwa melakukan distribusi/transmisi/membuat dapat diakses vlog yang diduga memuat penghinaan sebagaimana dituduhkan tersebut dan berdasarkan Pasal 84 KUHAP Pengadilan 
Negeri Surabaya tidak berwenang secara relatif mengadili perkara ini,” ujar Aldwin, Selasa, (12/2/2019).

Kedua, eksepsi kesalahan penerapan pasal UU ITE, di mana kuasa hukum menilai bila kasus ini seharusnya menggunakan pasal 27 ayat (3).

Sedangkan yang ketiga, eksepsi surat dakwaan tidak dapat diterima karena pengaduan Klacht-Delict tidak sah.

Ahmad Dhani Ternyata Garap Album Baru Meski Dipenjara, Ini Percakapan Terakhir Dengan Erix Soekamti

Penampilan dan Sikap Mulan Jameela Jenguk Ahmad Dhani Disorot, Dul Jaelani: Semoga Hatinya Berhijab

Keempat, eksepsi surat dakwaan dapat dibatalkan, dan yang kelima, eksepsi surat dakwaan batal demi hukum.

“Berdasarkan keseluruhan uraian tersebut di atas, maka kami penasihat hukum terdakwa memohon kepada Yang Mulia Majelis Hakim yang memeriksa, mengadili, dan memutus perkara ini agar berkenan menjatuhkan putusan sela,” pinta Aldwin.

Kuasa hukum Ahmad Dhani meminta majelis supaya menerima eksepsi seluruhnya, dan membatalkan dakwaan Jaksa Penuntut Umum demi hukum (nietig van rechtswege), atau setidak-tidaknya dinyatakan tidak dapat diterima (niet ontvantkelijke verklaring van het openbaar ministrie).

Menanggapi eksepsi tersebut, majelis hakim yang diketuai oleh Anton Widyopriyono menunda sidang dan dilanjutkan pada hari Kamis, 14/2/2019) mendatang.

(Tribun Jatim/Samsul Arifin)

Editor: Damanhuri
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved