Pilpres 2019

Peneliti Senior LIPI Siti Zuhro: Indonesia Butuh Smart People Berantas Hoaks pada Pemilu 2019

Jika angka swing voter atau golput masih tetap bertahan, berarti masih ada yang salah dengan kedua pasangan calon.

Peneliti Senior LIPI Siti Zuhro: Indonesia Butuh Smart People Berantas Hoaks pada Pemilu 2019
Tribunnews.com/Amriyono Prakoso
Peneliti LIPI SIti Zuhro meminta partai politik harus mau menang dan kalah dalam pilkada. Jika parpol maunya menang terus, maka tidak pernah bisa memajukan kadernya sebagai calon kepala daerah. 

TRIBUNNEWSBOGOR.COM - Tak bisa dipungkiri di tahun politik jelang Pilpres 2019 ini hoaks bertebaran di tengah-tengah masyarakat.

Peneliti senior Pusat Penelitian Politik LIPI, Siti Zuhro mengatakan di berbagai negara pernak-pernik nuansa kompetisi tidak bisa dielakkan dalam pilpres.

Namun, ia berpandangan masyarakat Indonesia kini lebih kritis sehingga tidak bisa dibohongi lagi.

"Indonesia kini membutuhkan 'smart people' sehingga peran elit tidak lagi terlalu diperlukan. Masyarakat punya daya nalar sebagai pemilih. Ketika capres atau caleg mendemonstrasikan program-program yang membumi dan langsung menyentuh hal-hal yang paling mendasar,masyarakat (pemilih) akan tersentuh dan ikut merasakan," ungkapnya, Jumat (8/2/2019).

Lanjutnya, kebutuhan mendasar yang diinginkan masyarakat yakni kebijakan ekonomi yang bisa mensejahterakan.

"Jokowi harus mampu meyakinkan masyarakat untuk bisa mengsugesti masyarakat, dan Prabowo harus mampu menandinginya", ujar Peneliti senior Pusat Penelitian Politik LIPI itu.

Jika angka swing voter atau golput masih tetap bertahan, berarti masih ada yang salah dengan kedua pasangan calon.

Karena itu, menurutnya kedua capres harus mampu meyakinkan dan membuat pemilih hadir ke Tempat Pemungutan Suara (TPS).

Selama ini, ia menilai masyarakat jarang dihormati sebagai warga negara karena itu elit politik harus mampu membuat masyarakat yang mempunyai ownner ship, yang kuat terhadap bangsa .

"Masing-masing capres sudah mempunyai ceruk suara, tinggal mereka harus cerdas mengambil swing voter dan undicided voter, " ujar Siti Zuhro.

Halaman
123
Editor: Yudhi Maulana Aditama
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved