Mampukah Kota Bogor Pertahankan Predikat Kota Layak Anak Tingkat Madya ?

ada indikator yang dibagi ke dalam lima klaster dan 24 poin yang harus dipenuhi untuk menuju Kota Layak Anak.

Mampukah Kota Bogor Pertahankan Predikat Kota Layak Anak Tingkat Madya ?
TribunnewsBogor.com/Lingga Arvian Nugroho
ILUSTRASI anak/ anak-anak bermain di Taman Kaulinang, Lapangan Sempur, Kota Bogor 

Laporan Wartawan TribunnewsBogor.com, Lingga Arvian Nugroho

TRIBUNNEWSBOGOR.COM, BOGOR TENGAH - Menuju Kota Layak Anak tak hanya tidak hanya memberikan fasilitas ataupun ruang terbuka untuk anak.

Namun ada indikator yang dibagi ke dalam lima klaster dan 24 poin yang harus dipenuhi untuk menuju Kota Layak Anak.

Di Kota Bogor sendiri ada beberapa persoalan yang harus menjadi perhatian bagi Pemkot Bogor untuk benar benar menjadikan Kota Bogor sebagai Kota Layak Anak.

- Tingginya Angka Putus Sekolah.

Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan anak dalam Kotak Layak Anak sudah menetapkan bahwa anak wajib sekolah selama 12 tahun.

Namun rupanya angka putus sekolah pada tingkat SMA di Kota Bogor rupanya masih cukup tinggi.

Dari data yang diterima oleh TribunnewsBogor.com dari bagian pengolahan data Badan Pusat Statistik Kota Bogor persentase anak yang melanjutkan sekolah ke tingkat SMA masih berada di angka 61 persen.

BPS menyebutkan bahwa dari 31 dari 100 anak usia 7 hingha 24 tahun sudah tidak bersekolah lagi.

Sedangkan partisipasi sekolah anak usia 16-18 tahun berada di angka 65 persen.

Halaman
1234
Penulis: Lingga Arvian Nugroho
Editor: Ardhi Sanjaya
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved