Tingkatkan Kualitas Rumput Laut, Dinas Kelautan dan Perikanan Sulawesi Tengah Gandeng SEAMEO Biotrop

Dinas Kelautan dan Perikanan Sulawesi Tengah bekerjasama dengan SEAMEO Biotrop untuk meningkatkan kualitas rumput laut

Tingkatkan Kualitas Rumput Laut, Dinas Kelautan dan Perikanan Sulawesi Tengah Gandeng SEAMEO Biotrop
TribunnewsBogor.com/Lingga Arvian Nugroho
Konfrensi pers Workshop Pengembangan Industri Rumput Laut di Sulawesi Tengah, Kamis (14/2/2019) di Kampus SEAMEO BIOTROP, Tajur, Kota Bogor. 

Laporan Wartawan TribunnewsBogor.com, Lingga Arvian Nugroho

TRIBUNNEWSBOGOR.COM, BOGOR TENGAH - Dinas Kelautan dan Perikanan Sulawesi Tengah bekerjasama dengan Seameo Biotrop untuk meningkatkan kualitas rumput laut dan mengembangkan kultur jaringan rumput laut.

Penemu Kultur Jaringan Seameo Biotrop, Erina Sulistiani mengatakan bahwa kultur jaringan ditemukan sejak penelitian 2010 lalu.

"SEAMEO BIOTROP sudah melakukan penelitian-penelitian dalam penyediaan bibit unggul rumput laut teknik kultur jaringan, penelitian tersebut telah menghasilkan prosedur kultur jaringan yang sangat potensial digunakan untuk produksi bibit unggul rumput laut dalam skala banyak," katanya disela-sela Workshop Pengembangan Industri Rumput Laut di Sulawesi Tengah, Kamis (14/2/2019) di Kampus Seameo Biotrop, Tajur, Kota Bogor.

Mengenai Hasil uji multilokasi pada tahun 2013, Erina menjelaskan bahwa bibit rumput laut kultur jaringan memiliki keunggulan dimana pertumbuhan lebih cepat dan kandungan karaginan yang lebih baik dibandingkan bibit konvensional.

"Pada tahun 2014, SEAMEO BIOTROP telah membuat program kerjasama dengan Direktorat Jenderal Perikanan Budidaya KKP untuk mengaplikasikan hasil penelitian tersebut untuk memproduksi bibit rumput Iaut Kotoni kultur, Hingga saat ini bibit rumput laut kultur jaringan telah tersebar di 20 propinsi di Indonesia, Akan tetapi program tersebut masih belum bisa memenuhi kebutuhan bibit rumput laut kultur jaringan untuk seluruh masyarakat pembudidaya Indonesia yang sangat tinggi," ucapnya.

Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Sulawesi Tengah Hasanuddin Atjo menuturkan, Indonesia akan menjadi pemain utama dalam rumput laut.

Namun kata Hasanudin untuk masuk ke pasar dunia sedikit sulit karena ada standar dan konsisten.

"Dengan model kultur jaringan ini bisa mendorong ke arah situ, memproduksi rumput laut dengan cara-cara yang lebih baik, maka itu kami bekerjasama dengan SEAMEO Biotrop ini sebagai pendorong mendekati target kami untuk produksi," ujarnya usai Workshop pengembangan rumput laut di

Hasanudin mengatakan bahwa ada tiga kultur jaringan.

Halaman
12
Penulis: Lingga Arvian Nugroho
Editor: Damanhuri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved