Pilpres 2019

Rachland Nashidik : Pak Jokowi Betul-betul Agresif Pada Debat Kedua

Akibatnya, kata Wakil Sekjen (Wasekjen) Partai Demokrat Rachlan Nashidik, Jokowi dianggap melanggar tata tertib debat dengan menyerang ranah privat

Rachland Nashidik : Pak Jokowi Betul-betul Agresif Pada Debat Kedua
Kompas.com
Wakil Sekjen (Wasekjen) Partai Demokrat Rachlan Nashidik dalam sebuah diskusi di media center pasangan Prabowo-Sandiaga, Jalan Sriwijaya I, Jakarta Selatan, Selasa (19/2/2019).(KOMPAS.com/KRISTIAN ERDIANTO) 

TRIBUNNEWSBOGOR.COM -- Wakil Sekjen (Wasekjen) Partai Demokrat Rachland Nashidik mengakui calon presiden nomor urut 01 Joko Widodo banyak memaparkan data-data dalam debat kedua Pilpres 2019.

Namun, Rachlan menilai, Jokowi cenderung terlihat agresif dengan menggunakan data-data itu sebagai alat untuk menyerang rival debatnya, capres nomor urut 02 Prabowo Subianto.

"Pak jokowi secara kentara berusaha keras utnuk kelihatan pintar. Jadi Beliau agresif, bicara fasih sekali mengenai data tapi saking dia agresifnya dia jadi keliatan sangar kalau menurut saya," ujar Rachlan dalam sebuah diskusi di media center pasangan Prabowo-Sandiaga, Jalan Sriwijaya I, Jakarta Selatan, Selasa (19/2/2019).

Rachlan mencontohkan, saat Jokowi menyinggung soal ratusan ribu hektar lahan yang dimiliki Prabowo di Aceh Tengah dan Kalimantan Timur.

Menurut dia, Jokowi berupaya untuk menyudutkan Prabowo.

Hal itu terbukti saat Prabowo menjelaskan bahwa lahan yang dikuasainya itu berstatus hak guna usaha (HGU), bukan hak milik.

Akibatnya, kata dia, Jokowi dianggap melanggar tata tertib debat dengan menyerang ranah privat Prabowo.

"Sehingga dalam upaya itu ia justru menjadi orang yang tidak memahami tata krama, tidak memahami tepa selira, menyudutkan orang lain. Pak Jokowi betul-betul agresif," kata Rachlan.

"Ini konsisten dari debat pertama. Debat pertama Pak Jokowi juga begitu," ujar dia.

Sebelumnya, dalam debat kedua pilpres, Jokowi menyebut Prabowo memiliki lahan di Kalimantan Timur sebesar 220.000 hektar dan di Aceh Tengah sebesar 120.000 hektar.

Halaman
12
Editor: Ardhi Sanjaya
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved