Tiga Organisasi Lingkungan Kritisi Pembahasan HGU di Debat Capres, Singgung Soal Transparansi Publik

selama ini Jokowi tidak segera mengambil sikap atas Menteri ATR/BPN yang hingga saat ini tidak melaksanakan putusan MA.

Tiga Organisasi Lingkungan Kritisi Pembahasan HGU di Debat Capres, Singgung Soal Transparansi Publik
KOMPAS.COM/KRISIANTO PURNOMO)
Calon Presiden Nomor Urut 1, Joko Widodo dan no urut 2, Prabowo Subianto bersalaman usai Debat Kedua Calon Presiden, Pemilihan Umum 2019 di Hotel Sultan, Jakarta, Minggu (17/2/2019) 

Laporan Wartawan TribunnewsBogor.com, Naufal Fauzy

TRIBUNNEWSBOGOR.COM - Tiga organisasi dalam Koalisi Masyarakat Sipil untuk Keterbukaan Informasi secara kompak kritisi debat antar capres putaran kedua antara capres Joko Widodo dan Prabowo Subianto yang digelar beberapa waktu lalu.

Tiga organisasi ini terdiri dari Forest Watch Indonesia (FWI), Greenpeace Indonesia, dan Indonesian Center for Environmental Law.

Dalam rilis resmi yang diterima TribunnewsBogor.com, Rabu (20/2/2019), koalisi ini mengkritisi pengungkapan lahan milik capres nomor urut 2 Prabowo Subianto yang diungkapkan oleh capres nomor urut 01 Joko Widodo.

Prabowo Subianto disebut memiliki lahan 220 ribu hektare di Kalimantan Timur dan 120 ribu hektare di Aceh dimana hal itu diungkap dalam debat secara publik.

Manajer Kampanye dan Intervensi Kebijakan FWI, Mufti Barri, mengatakan bahwa hal ini merupakan sebuah ironi.

Ia menjelaskan bahwa informasi lahan Hak Guna Usaha (HGU) memang seharusnya terbuka untuk publik sesuai Peraturan Menteri No. 7 Tahun 2017 Pasal 61 memasukkan putusan pengadilan atas informasi HGU yang secara utuh terbuka bagi publik.

Namun informasi HGU selama ini terkesan ditutup-tutupi dan secara tiba-tiba malah dibuka dalam debat antar capres.

"Sementara urgensi keterbukaan informasi HGU yang lebih besar, seperti penyelesaian konflik sosial, tumpang tindih perizinan dan deforestasi malah diabaikan," kata Mufti dalam keteranganna, Rabu (20/2/2019).

Direktur Indonesian Center for Environmental Law (ICEL), Henri Subagiyo, mengaku menyayangkan sikap Jokowi yang kurang konsisten.

Halaman
12
Penulis: Naufal Fauzy
Editor: Yudhi Maulana Aditama
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved