Moeldoko Bilang Jangan Cari Gara-gara dengan TNI

Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko meminta semua pihak tidak mencari gara-gara dengan Tentara Nasional Indonesia (TNI).

Moeldoko Bilang Jangan Cari Gara-gara dengan TNI
Dok. Instagram
Kepala Staf Kepresidenan, Moeldoko 

TRIBUNNEWSBOGOR.COM -  Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko meminta semua pihak tidak mencari gara-gara dengan Tentara Nasional Indonesia (TNI).

Dia juga meminta jangan ada pihak yang mencari popularitas, dengan melontarkan kritik terkait wacana penempatan anggota militer aktif dalam jabatan sipil.

Terlebih, belakangan ada sejumlah aktivis yang mengkritik rencana penempatan anggota TNI aktif ke jabatan sipil, yang dikhawatirkan memunculkan dwifungsi ABRI.

"Menurut saya, janganlah rekan-rekan sekalian, para pegiat apapun namanya itu, jangan cari gara-gara dengan TNI, enggak usah. Jangan mencari popularitas melawan TNI. TNI milik kita semua," tegas Moeldoko, Jumat (8/3/2019), di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta.

Mantan Panglima TNI itu menyadari ketika Orde Baru, TNI menjadi sasaran kritik para aktivis. Seiring terjadinya reformasi, kata Moeldoko, TNI telah melakukan perubahan.

Moeldoko juga meminta semua pihak tidak melihat TNI hari ini dari sudut pandang masa lalu. Pensiunan TNI bintang empat ini mengaku turut terlibat dalam pembenahan di internal TNI.

Dia berani memastikan tidak akan ada dwifungsi di era reformasi ini.

"Saya bekerja keras untuk memperbaiki situasi. Itu kira-kira kami memandang, saya pastikan tidak akan kembali dwifungsi ABRI, itu kunci," papar Moeldoko.

Lebih lanjut Moeldoko juga menjelaskan, TNI (sebelum reformasi ABRI) telah melakukan reformasi internal setelah tumbangnya Orde Baru di bawah kekuasaan Presiden ke-2 RI Soeharto.

Tiga hal yang diubah seusai reformasi ialah perubahan struktur, doktrin, dan kultur.

Halaman
123
Editor: Damanhuri
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved