Pilpres 2019

Elektabilitas Jokowi-Maruf Amin Menurun, Dahnil Anzar Sebut Kemenangan Prabowo-Sandi di Depan Mata

Koordinator juru bicara BPN, Dahnil Anzar mengklaim kemenangan Prabowo-Sandiaga di depan mata.

Elektabilitas Jokowi-Maruf Amin Menurun, Dahnil Anzar Sebut Kemenangan Prabowo-Sandi di Depan Mata
Kompas.com/Dok. Tim media pasangan Prabowo Subianto-Sandiaga Uno
Calon presiden nomor urut 02 Prabowo Subianto bertemu dengan ribuan warga Medan di Regale Convention Center Kota Medan, Sumatera Utara, Sabtu (23/2/2019). (Dok. Tim media pasangan Prabowo Subianto-Sandiaga Uno) 

TRIBUNNEWSBOGOR.COM -- Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandiaga semakin yakin kemenangan di depan mata dalam Pilpres 2019  mendatang.

Keyakinan itu diungkapkan Koordinator Juru Bicara BPN Prabowo-Sandiaga, Dahnil Anzar Simanjuntak, setelah melihat elektabilitas Jokowi-Maruf berdasarkan survei Litbang Kompas yang hanya 49,7 persen.

Alasannya Jokowi merupakan Capres petahana.

"Trend tafsir statistik elektoral, bila petahana ada di angka di bawah 50 persen dipastikan petahan kalah. Apalagi bila dibandingkan dengan hasil pemilu 2014 yang lalu, malah justru angka itu semakin mengkhawatirkan bagi petahana," kata Dahnil Anzar Simanjuntak kepada Tribunnews.com, Rabu, (20/3/20219).

Dahnil Anzar Simanjuntak mengataan survei Litbang Kompas tersebut senada dengan survei yang dilakukan internal BPN Prabowo-Sandiaga.

Elektabilitas Prabowo-Sandiaga terus mengalami kenaikan menjelang pemungutan suara.

Mundur Dari Wantimpres, Suharso Monoarfa Isi Kursi Plt Ketum DPP PPP

Pemilu 2019 - Mendagri Minta Camat se-Indonesia Gelar Simulasi Pencoblosan di Wilayahnya

Tubuhnya Gemetar, Pengemis Bermobil di Bogor Ungkap Alasan Dirinya Minta-minta di Jalan

Sementara elektabilitas Jokowi-Maruf terus mengalami penurunan.

Karena itu, menurut Dahnil Anzar menjelang hari pemungutan suara pihaknya akan mengantisipasi manuver politik yang dilakukan kubu petahana.

Termasuk mengantisipasi adanya mobilisasi aparatur sipil negara.

"Jadi, kami pasti akan terus antisipasi politik "kalap bin panik" yang menghalalkan segala cara mulai mobilisir ASN, aparatur hukum dll termasuk antisipasi kecurangan yang mungkin terjadi," katanya.

Halaman
1234
Editor: Soewidia Henaldi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved