Disperindag Sebut Cafe Dekat GOR Sudah Miliki Izin, Satpol PP Akan Klarifikasi Izinnya

Meski sudah ada Peraturan Wali Kota (Perwali), namun hal itu tidak bisa benar benar diterapkan kepada para pelaku usaha.

Disperindag Sebut Cafe Dekat GOR Sudah Miliki Izin, Satpol PP Akan Klarifikasi Izinnya
istock
ilustrasi minuman alkohol 

Laporan Wartawan TribunnewsBogor.com, Lingga Arvian Nugroho

TRIBUNNEWSBOGOR.COM, TANAHSAREAL - Aturan penjualan minuman beralkohol di Kota Bogor sepertinya belum bisa benar-benar diterapkan.

Meski sudah ada Peraturan Wali Kota (Perwali), namun hal itu tidak bisa benar benar diterapkan kepada para pelaku usaha.

Pasalnya, jika tempat usaha ingin menjual minuman alkohol perizinannya pun bisa langsung diberikan oleh pusat atau kementerian perdagangan.

Kepala Bidang Tertib Niaga Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kota Bogor, Mangahit Sinaga mengatakan bahwa perizinan menjual minuman beralkohol sekarang sudah menjadi kewenangan pusat.

Bahkan Mangahit mengatakan sebuah cafe di seberang GOR Pajajaran dan sarana kolam rena Mila Kencana itu kini sudah memiliki izin yang diperoleh dari kementerian perdagangan.

"Sudah ada ijin dari pusat (kementerian perdagangan) pak," katanya.

Melihat itu pemerintah daerah pun tidak bisa berbuat banyak dan hanya bisa melakukan pengawasan.

"Dari kemendag (izinnya), selanjutnya pengawasan dan komitmen pengusaha," katanya.

Melihat kondisi itu alhasil perwali nomor 70 tahun 2015 ayat 28 sudah yang menyebutkan bahwa tempat penjualan minuman beralkohol tidak boleh didekat sekolah, gelanggang remaja dan tempat ibadah pun tidak bisa diterapkan lantaran pengusaha sudah memiliki izin dari pusat.

Meski demikian, Satpol PP Kota Bogor pun tidak akan tinggal diam.

Kabid Gak Perda pada Pol PP Kota Bogor Danny Suhendar mengatakan bahwa dirinya akan menurunkan anggotanya untuk mengecek dan mengklarifikasi izin yang dimiliki pengusaha.

"Anggota nanti kelokasi cek izin-izinnya dan nanti... dipanggil penyidik atau ppns untuk klarifikasi izin-izin yang dimiliki, bila tidak ada izin-izinnya maka bisa dihentikan operasionalnya sampai dengan penyegelan tempat usahanya," katanya.

Penulis: Lingga Arvian Nugroho
Editor: Yudhi Maulana Aditama
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved